Kemenkes Beberkan Cara Atasi Reaksi Usai Vaksinasi

    Nur Azizah - 07 Januari 2021 12:34 WIB
    Kemenkes Beberkan Cara Atasi Reaksi Usai Vaksinasi
    Ilustrasi vaksin virus korona (covid-19). Medcom.id/M Rizal
    Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) mungkin terjadi setelah warga disuntik vaksin covid-19. Namun, belum ada laporan KIPI dengan kategori sedang hingga berat.

    Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit nomor HK.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19 menyatakan reaksi yang ditimbulkan usai vaksinasi lumrah terjadi. Sistem kekebalan tubuh penerima bereaksi terhadap antigen yang terkandung dalam vaksin.

    "Reaksi lokal dan sistemik seperti nyeri pada tempat suntikan atau demam dapat terjadi sebagai bagian dari respons imun," tulis Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit nomor HK.02.02/4/1/2021, Jakarta, Kamis, 7 Januari 2021.

    Reaksi lokal meliputi nyeri, kemerahan, dan bengkak pada bagian yang disuntikkan. Untuk mengatasi reaksi ringan lokal, penerima vaksin bisa mengompres lokasi tersebut atau meminum paracetamol sesuai dosis.

    Baca: Calon Penerima Vaksin Wajib Registrasi Ulang Usai Terima SMS

    Orang yang divaksin juga dapat menunjukkan reaksi sistemik seperti demam, nyeri otot seluruh tubuh (myalgia), nyeri sendi (atralgia), badan lemah, dan sakit kepala. Reaksi ini bisa terjadi akibat komponen lain dalam vaksin.

    Untuk reaksi ringan sistemik seperti demam dan malaise, penerima vaksin bisa minum air putih lebih banyak. "Penerima vaksin juga dianjurkan menggunakan pakaian yang nyaman, kompres atau mandi air hangat, dan meminum obat paracetamol sesuai dosis," terang Kemenkes.

    Beberapa jenis vaksin juga berpotensi mengakibatkan reaksi lokal yang lebih berat. Salah satunya, selulit. Kemenkes kembali menyatakan reaksi tubuh terhadap vaksin hal wajar.

    "Vaksin yang berkualitas adalah vaksin yang menimbulkan reaksi ringan seminimal mungkin namun tetap memicu respon imun terbaik," dikutip dari bab Pemantauan dan Penanggulangan
    Kejadian Ikutan Pasca Vaksinasi.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id