46.698 Kasus Kekerasan Seksual Terjadi Sepanjang 2011-2019

    Theofilus Ifan Sucipto - 06 Oktober 2020 16:37 WIB
    46.698 Kasus Kekerasan Seksual Terjadi Sepanjang 2011-2019
    Ilustrasi korban kekerasan seksual. Medcom.id/M Rizal
    Jakarta: Lebih dari 46 ribu kasus kekerasan seksual terjadi di Indonesia selama satu dekade belakangan. Kekerasan seksual terjadi di ranah personal hingga ranah publik.

    “Sepanjang 2011 hingga 2019 terdapat pelaporan 46.698 kasus kekerasan seksual,” kata Wakil Ketua Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Mariana Amiruddin, dalam konferensi pers Komnas Perempuan di Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2020.

    Mengutip survei Badan Pusat Statistik (BPS) dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) pada 2016, 1 dari 3 perempuan berusia 15-64 tahun mengalami kekerasan fisik dan atau seksual. Kekerasan seksual dilakukan pasangan dan selain pasangan.

    Baca: DPR Dinilai Menganaktirikan RUU PKS

    Kemudian, 1 dari 10 perempuan korban usia 15-64 tahun mengalami kekerasan seksual dalam 12 bulan terakhir. Mariana meyakini jumlah kekerasan seksual yang terjadi jauh melebihi hasil temua Komnas Perempuan dan survei BPS bersama KPPA tersebut.

    “Data ini merupakan fenomena gunung es dari situasi yang sebenarnya,” ujar dia.

    Mariana menyebut kekerasan seksual terjadi berulang kali, namun tidak semuanya tercatat. Korban kekerasan kerap merasa takut melapor kepada polisi.

    “Dampak kekerasan seksual terhadap korban sangat serius dan traumatik serta mungkin berlangsung seumur hidup,” tegas Mariana.

    Baca: DPR Didesak Masukkan RUU PKS di Prolegnas 2021

    Dampak tersebut akan merembet ke banyak hal lainnya. Misalnya, mengabaikan hak asasi perempuan, menghambat relasi sosial dan ekonomi, hingga menurunkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

    Mariana mendesak DPR memasukkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2021. Beleid tersebut harus hadir agar hak korban kekerasan seksual terpenuhi dan terlindungi.

    “Ini untuk memastikan negara bertanggung jawab menciptakan ruang-ruang yang aman dari kekerasan seksual,” tutur dia.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id