• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Kompleksitas Masalah di Nduga Kerap Menimbulkan Gejolak

06 Desember 2018 10:07 wib
Kendaraan melintasi ruas jalan trans Papua Barat yang melintasi
Kendaraan melintasi ruas jalan trans Papua Barat yang melintasi hutan lebat di Teluk Bintuni-Manokwari, Papua Barat. (Foto: MI/Susanto)

Jakarta: Faktor kesejahteraan disebut bukan satu-satunya persoalan yang kerap menimbulkan gejolak di Kabupaten Nduga, Papua. Deputi V Kantor Staf Presiden RI Jaleswari Pramowardhani mengatakan kerawanan lain yang terjadi di Nduga adalah soal keamanan.

Menurut Jaleswari bukan tanpa alasan pemerintah memilih Nduga menjadi bagian dari pembangunan di tanah Papua. Nduga termasuk wilayah paling miskin di Papua sehingga perlu segera dilakukan pembangunan kendati berada di zona merah tingkat keamanan.

"Bicara human development index di Papua, Nduga ini yang paling terakhir. Kami melihat betapa keterisolasian, kemiskinan, dan kerawanan soal keamanan menyatu di sini. Karena itu pemerintah memilih Nduga menjadi bagian dari pembangunan Papua," ujarnya dalam Prime Talk Metro TV, Rabu, 5 November 2018.

Jaleswari menyebut ada sejumlah akar persoalan yang oleh pemerintah tengah diupayakan untuk dituntaskan. Jika diurai lebih dalam kasus kekerasan dan aksi kriminal di Papua terjadi karena persoalan kemiskinan, wilayah yang terisolasi, kesejahteraan, sampai diskriminasi yang terakumulasi menjadi sebuah konflik. 

"Namun karena yang terjadi di Nduga ini adalah aksi kriminal bersenjata, pemerintah meminta pelaku dicari, ditemukan, dan diselesaikan secara hukum. Aksi mereka ini keji, bahkan tidak lebih keji dari aksi terorisme," ungkapnya.

Senada dengan Jaleswari, anggota tim kajian Papua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adriana Elisabeth mengatakan akar persoalan di Papua memang marjinalisasi dan kriminalisasi. Namun lebih jauh LIPI memetakan persoalan optimalisasi pembangunan yang belum sepenuhnya terjadi terutama di sektor prioritas, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi juga kerap memicu konflik.

"Kalau masih ada satu saja dari peta persoalan yang LIPI rumuskan, selama itu Papua masih menjadi daerah yang bermasalah," ujarnya.

Adriana mengaku sepakat pembangunan di tanah Papua tidak boleh berhenti atas kejadian di Nduga. Dalam hal persoalan kriminal, hukum memang harus ditegakkan tetapi bicara Papua jangka panjang akar persoalan yang mendasar perlu segera dituntaskan.

Dia menambahkan pembangunan infrastruktur memang lebih tampak hasilnya secara kasat mata, apalagi jika didukung dengan kecukupan anggaran. Namun persoalan lain seperti pemenuhan gizi juga tak kalah penting untuk diperhatikan.

"Informasi yang saya dapat di Kampung Saminage, Yahukimo, sudah ada 70 orang meninggal karena kurang gizi dan sakit tetapi tidak ada dokter. Persoalan ini riil tapi tidak muncul ke permukaan kecuali yang terjadi di Asmat. Tapi begitu ada penembakan seolah-olah di Papua hanya didominasi persoalan itu," jelas dia.




(MEL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.