Teror di Pasuruan Dinilai Upaya Cari Sensasi JAD

    Intan Yunelia - 07 Juli 2018 06:38 WIB
    Teror di Pasuruan Dinilai Upaya Cari Sensasi JAD
    Ilustrasi - Medcom.id
    Jakarta: Pelaku teror bom di Pasuruan, Jawa Timur, diduga jaringan kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD). Pengamat terorisme Ridlwan Habib menilai motif aksi ini untuk membangkitkan sel-sel jaringan pelaku teror. 

    “JAD pada prinsipnya kelompok sel pro ISIS itu mencari sensasi ,” kata Ridlwan Habib di Prime Time News Metro TV, Jumat, 6 Juni 2018.
    Target-target yang disasar tak banyak berubah. Polisi, simbol-simbol keagamaan dan demokrasi masih jadi sasaran utama kelompok JAD. 

    “Sebuah aksi sebuah jaringan akan merasa masih punya teman dan pasukan masih ada, dan jaringan masih kuat. Jadi ini juga menjadi pemompa semangat (teroris),” ucap Ridlwan.

    Ridlwan juga menduga aksi di Pasuruan jadi sarana menunjukkan eksistensi jaringan JAD. Mereka ingin memancing kombatan lain keluar dari sarang.

    “Kalau tidak ada opsi apapun, dan serangan apapun, mereka tidak punya nilai jual, nah itu mereka menarget sesuatu yang sensasional, dalam hal ini TPS di pilkada,” pungkasnya.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id