comscore

BMKG: Gempa Talaud Gempa Merusak Kedua yang Terjadi di 2022

Atalya Puspa - 22 Januari 2022 18:03 WIB
BMKG: Gempa Talaud Gempa Merusak Kedua yang Terjadi di 2022
Ilustrasi Medcom.id.
Jakarta: Gempa bumi berkekuatan 6,0 magnitudo mengguncang Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu, 22 Januari 2022. Gempa ini disebut gempa yang merusak kedua setelah gempa Banten 6,6 magnitudo yang terjadi pada 2022.

"Gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya deformasi atau patahan batuan dalam Lempeng Laut Maluku dengan mekanisme kombinasi pergerakan naik mendatar (oblique thrust)," kata Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono saat dihubungi, Sabtu, 22 Januari 2022.

 



Dia menyebut dampak guncangan gempa di Melonguane, Kepulauan Talaud, mencapai skala intensitas IV MMI dengan diskripsi dirasakan orang banyak. Kemudian, gerabah pecah, jendeladan pintu berderik, dan dinding berbunyi.

"Gempa ini menimbulkan kerusakan ringan pada beberapa rumah warga, sebuah tempat ibadah, dan melukai seorang pekerja bangunan," ucapnya.

Daryono menyebut seluruh peralatan tide gauge milik BIG di sekitar pusat gempa seperti di Melonguane, Ulu Siau, tidak mencatat adanya kenaikan muka air laut.

"Gempa ini tidak berpotensi tsunami karena hiposenternya relatif dalam, dengan magnitudo di bawah ambang batas rata-rata magnitudo gempa pembangkit tsunami, sehingga tidak menimbulkan gangguan kolom air laut," ucapnya.

Hingga pukul 15.30 WIB hasil monitoring BMKG telah terjadi gempa susulan sebanyak 10 kali, dengan magnitudo terkecil 3,4 dan terbesar 4,8. Kemudian, gempa susulan yang dirasakan 1 kali.

Baca: Melonguane Sulut Diguncang Gempa 6,1 Magnitudo

Dia mengatakan wilayah Kepulauan Talaud merupakan kawasan rawan gempa. Sejarah mencatat di wilayah ini sudah beberapa kali terjadi gempa merusak seperti yang pernah terjadi pada 23 Oktober 1914 dengan kekuatan 7,4 magnitud. Lalu, pada 27 Maret 1949 dengan kekuatan 7,0 magnitudo dan pada 24 September 1957 dengan kekuatan 7,2 magnitudo.

Selanjutnya, pada 8 September 1966 dengan kekuatan 7,7 magnitudo, pada 30 Januari 1969 dengan kekuatan 7,6 magnitudo, pada 26 Mei 2003 dengan kekuatan 7,0 magnitudo. Berikutnya, yang terbaru pada 11 Februari 2009 dengan kekuatan 7,4 magnitudo dan 21 Januari 2021 dengan kekuatan 7,0 magnitudo.

Sementara itu, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahatakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," tegas dia.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id