comscore

Populer Nasional: Polri Dukung Legalisasi Ganja Hingga Nasib Holywings di DKI Jakarta

Lukman Diah Sari - 01 Juli 2022 06:43 WIB
Populer Nasional: Polri Dukung Legalisasi Ganja Hingga Nasib Holywings di DKI Jakarta
Ilustrasi Medcom.id.
Jakarta: Sejumlah pemberitaan di kanal Nasional Medcom.id, pada Kamis, 30 Juni 2022, menarik perhatian pembaca. Pertama perihal legalisasi ganja untuk medis. 

Komisi III DPR menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan guru besar dan peneliti dari Universitas Syiah Kuala Musri Musman dan Santi, orang tua Pika, penderita cerebral palsy. Komisi yang membidangi hukum itu menyampaikan potensi mengeluarkan ganja dari narkotika golongan I dalam Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
 
"Jadi pertemuan hari ini adalah menyerap aspirasi tentang kemungkinan ke depan Undang-Undang Narkotika, kita keluarkan penggolongan ganja dari golongan I," kata Wakil Ketua Komisi III DPR Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 30 Juni 2022.
 

Selengkapnya baca di sini: DPR Buka Peluang Keluarkan Ganja dari Narkotika Golongan I


Pihak Polri pun merespons wacana legalisasi ganja untuk medis. Pembahasan itu sedang digodok di DPR dan pemangku kepentingan terkait.
 
"Prinsipnya apa yang menjadi kebijakan pemerintah dan untuk kepentingan masyarakat, Polri akan mendukung," kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 30 Juni 2022.
 

Selengkapnya baca di sini: Demi Kemaslahatan, Polri Dukung Legalisasi Ganja untuk Medis


Kedua. Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA) telah disahkan menjadi RUU Inisiatif DPR hari ini, Kamis, 30 Juni 2022. Perhatian utama RUU KIA adalah perpanjangan masa cuti yang diberikan kepada ibu hamil dari 3 bulan menjadi 6 bulan.
 
RUU KIA telah melalui riset dan penyerapan aspirasi dari para pelaku dunia kesehatan, terutama melibatkan asosiasi-asosiasi dalam Focus Group Discussion (FGD). Pertimbangan cuti menjadi 6 bulan juga selaras dengan kajian kesehatan mengenai Air Susu Ibu Eksklusif.
 
"Saya kira motivasinya dalam rangka menyusun itu (RUU KIA) memanggil para pemerhati kesehatan misalnya asosiasi perawatan Indonesia, asosiasi dokter dan lain sebagainya. Menyusui eksklusif yang sesuai untuk bayi hanya 6 bulan," ungkap Ibnu Multazam selaku Anggota Komisi IV DPR RI dan  inisiator RUU KIA di tayangan Hot Room, Rabu, 29 Juni 2022.
 

Selengkapnya baca di sini: RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak Disahkan Jadi RUU Inisiatif DPR


Ketiga. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) meluruskan pernyataannya terkait nasib outlet Holywings di Ibu Kota. Ditegaskan Ariza outlet Holywings tidak bisa dibuka selamanya.
 
Menurut dia, ada beberapa pelanggaran Holywings yang membuat izin Resto dan Bar tersebut harus Dicabut Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Salah satunya, tidak adanya izin operasional bar yang menjelaskan minuman keras alkohol boleh diminum di tempat.
 
"Ditemukan adanya pelanggaran izin-izin yang belum dipenuhi, di antaranya operasional bar, minuman keras alkohol yang dijual di tempat tapi izinnya belum ada," kata Ariza kepada Wartawan di Balaikota DKI Jakarta, Kamis, 30 Juni 2022.
 

Selengkapnya baca di sini: Wagub Ariza: Holywings Tidak Bisa Buka Lagi Selamanya



(LDS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id