Kumandang Bahasa Indonesia di Senegal

    Renatha Swasty - 11 Desember 2018 20:50 WIB
    Kumandang Bahasa Indonesia di Senegal
    Murid ISM Dakar Yahya Ahmed Val. Foto: Medcom.id/Renatha Swasty.
    Dakar: Mengenalkan suatu negara ke negara lain bisa digunakan dengan berbagai cara. Salah satu cara cepat ialah memperkenalkan bahasa. 

    Cara ini ditempuh Indonesia untuk memperkenalkan diri ke negara-negara besar, salah satunya di Afrika. Di Senegal, Indonesia bekerja sama dengan Institut Supérieur de Management (ISM) Dakar membangun kelas bahasa Indonesia. Animo siswa belajar bahasa Indonesia cukup tinggi. 

    “Anak-anak yang ingin belajar harus kita seleksi lebih dulu,” kata Head International Relations ISM Yousophha Simeon saat berbincang dengan media, Senin, 10 Desember 2018.

    Simeon menyebut seleksi dilakukan lantaran pengajar bahasa Indonesia tidak banyak. Satu kelas hanya dibatasi 15-20 orang. 

    Saat ini saja, kelas bahasa yang dibuka sejak 2013 itu tengah dihentikan sementara. Pasalnya, pengajar dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Senegal tengah berada di Indonesia. 

    “Tapi, dia memutuskan kembali dan mau mengajar lagi di tahun ajaran baru,” beber dia. 

    Salah satu murid junior ISM, Yahya Ahmed Val, memutuskan untuk ikut kelas bahasa Indonesia di tahun ajaran baru. Dia mengaku tertarik dengan Indonesia. 

    “Saya tertarik untuk belajar bahasa Indonesia karena saya suka budayanya,” tutur Yahya. 

    Berbeda dengan Fatuh, lulusan ISM itu mengaku mengambil kelas bahasa Indonesia lantaran menilai bahasa Indonesia mudah. “Karena saya melihat tidak ada simbol-simbol seperti bahasa China atau Jepang. Saya juga suka belajar hal yang baru,” tutur dia. 

    Benar saja, tiga bulan belajar Fatuh sudah lancar berbahasa Indonesia. Dia bahkan melanjutkan kuliah bahasa Indonesia di Universitas Negeri Jakarta. 

    Baca: Generasi Muda Gemar Mencampuradukkan Bahasa

    Tak puas, dia mengambil S2 di Universitas Airlangga. Di sana, dia tak cuma belajar bahasa, tapi juga belajar budaya. Kini, Fatuh bahkan ahli memasak makanan Indonesia. 

    “Diajarin ibu kos masak rendang, nasi uduk, nasi kuning,” tutur dia.

    Kumandang Bahasa Indonesia di Senegal
    Lulusan ISM Dakar Fatuh. Foto: Medcom.id/Renatha Swasty.

    Tak cuma membuka kelas bahasa, ISM juga sudah menandatangani nota kesepahaman dengan Universitas Brawijaya. Nantinya, empat siswa ISM bakal belajar bahasa di sana. 

    Simeon mengaku mengajarkan bahasa pada anak-anak Afrika adalah salah satu cara supaya negara itu bisa bersaing secara global. “Karena kami percaya dengan bahasa, anak-anak Afrika bisa mengetahui budaya negara lain dan mengenal dunia,” pungkas dia.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id