Pengelolaan Limbah Medis Memprihatinkan

    Cindy - 22 Februari 2019 14:12 WIB
    Pengelolaan Limbah Medis Memprihatinkan
    Ilustrasi. (Medcom.id/Bagus Suryo)
    Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) khawatir dengan kapasitas pengelolaan limbah medis yang minim. Saat ini limbah medis hanya dikelola oleh enam perusahaan pihak ketiga dan 63 insinerator berizin.

    "Enam perusahaan ini lima di Pulau Jawa dan satu di Kalimantan. Bagaimana limbah medis di Sulawesi dan daerah lainnya? Insinerator juga tidak bisa dipasang di masing-masing rumah sakit," kata Menteri Kesehatan Nila Moeloek di Gedung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jakarta Pusat, Kamis, 21 Februari 2019. 

    Menurut data Kemenkes, fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia sebanyak 2.820 rumah sakit, 9.825 Puskesmas dan 7.641 klinik. Total limbah medis yang dihasilkan mencapai 296,86 ton per hari.  

    Baca juga: Pemerintah Gandeng Aktivis Lingkungan Tangani Sampah Laut  

    "Saya sangat galau kalau limbah medis ini tidak diperbaiki cara mengatasinya. Bayangkan sudah sampah, sampah rumah sakit lagi. Penyakit apa yang tidak menular pada kita semua," ucap Nila.

    Nila mengatakan kapasitas limbah medis yang mampu dikelola perusahaan pihak ketiga sebesar hanya 115,68 ton per hari. Sementara kapasitas kelola incenerator 53,12 ton per hari.  
     
    "Total 168,8 ton sampah medis per hari yang bisa dikelola. Saya kira ini (limbah medis) yang harus kita pikirkan dan benahi," jelasnya.

    Pihaknya meminta kementerian lain untuk ikut serta membantu pengelolaan limbah medis. Hal ini untuk meminimalisasi faktor risiko penularan penyakit di samping pengelolaan sampah yang mampu menjangkau semua wilayah di Indonesia.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id