Tiga Hadis Tentang Keutamaan Berdonasi

    Oase.id - 20 Maret 2020 21:23 WIB
    Tiga Hadis Tentang Keutamaan Berdonasi
    Ilustrasi berdonasi oleh truthseeker08 dari Pixabay
    Jakarta: Di tengah pandemi korona (covid-19) yang menyebar semakin luas, Indonesia dihadapkan berbagai permasalahan baru berupa pelemahan rupiah, alat pelindung kesehatan mulai menipis, stok pangan dikhawatirkan mengalami pelonjakan harga, dan lain sebagainya.

    Sebagai bentuk kepedulian, para relawan pun beramai-ramai membuka donasi untuk disalurkan kepada tenaga medis, masyarakat kurang mampu, keluarga pasien, hinga pekerja informal yang hanya bisa mencari nafkah di luar rumah.

    Sejatinya, Allah Swt dan Rasul-Nya memang sangat menganjurkan umatnya untuk berdonasi, yang dalam Islam lebih dikenal dengan kata sedekah. 

    Sedekah menyimpan begitu banyak keutamaan. Bahkan, seorang Muslim kelak akan menyesal jika menyia-nyiakan amalan sedekah. Ketika sudah tahu keutamaannya, niscaya manusia ingin mendapatkan perpanjangan umur untuk mengeluarkan sebagian hartanya melalui sedekah.

    Allah Swt berfirman;

    "Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: 'Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)-ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?" (QS. Al-Munafiqun: 10) 

    Rasulullah Muhammad Saw juga amat sering bersedekah meski tidak dalam status bergelimang harta. Sekali mendapatkan rezeki, Nabi buru-buru menyedekahkannya. 


    Harta tidak akan berkurang karena sedekah 

    Barangkali, sejumlah orang enggan bersedekah lantaran takut hartanya berkurang. Padahal, harta yang disedekahkan justru akan membawa keberkahan. Malahan, diberikan ganti berlipat ganda oleh Allah Swt. 

    Rasulullah Saw bersabda; "Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya." (HR. Muslim)

    Syekh Shafiyu Rahman Al-Mubarakfuri dalam Minnatul Mun’im fii Syarh Shahih Muslim menyatakan, saat bersedekah, harta tidak akan berkurang karena Allah akan menggantinya.

    Sementara harta yang tersisa setelah bersedekah, justru akan diberkahi Allah Swt sehingga yang sedikit akan menjadi bertambah. 

    Baca: Lima Cara Rasulullah Menghadapi Wabah dan Penderita Penyakit Menular


    Tidak cuma itu, orang yang bersedekah akan mendapatkan kehormatan di dunia. Sedangkan di akhirat, ia mendapatkan pahala yang berlipat-lipat. 


    Pahala sedekah tidak berhenti meskipun sudah mati

    Rasulullah Saw bersabda;

    “Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya.” (HR. Muslim)


    Selama harta yang disedekahkan masih memberi manfaat, maka pahalanya akan senantiasa mengalir meskipun ruh sudah tak lagi ditanggung badan. 

    Tiga Hadis Tentang Keutamaan Berdonasi


    Sedekah paling baik diberikan saat kondisi sehat

    Bersedekahlah saat kondisi tubuh sehat dan berkecukupan. Bukan hanya di detik-detik ajal menjemput. Sebab, sedekah terbaik adalah yang diberikan di waktu sehat. 

    Dari Abu Hurairah Ra berkata, seorang laki-laki datang menemui Nabi Saw dan bertanya, “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling besar pahalanya?” Beliau pun menjawab "Kamu bersedekah dalam keadaan sehat dan kikir (berat mengeluarkannya), dalam kondisi takut menjadi miskin dan berangan-angan kaya. Maka janganlah kamu menunda-nundanya hingga ketika nyawamu berada di tenggorakan, barulah kamu berkata, “Untuk si fulan sekian, untuk si fulan sekian. Padahal harta itu memang untuk si fulan.” (HR. Bukhari Muslim) 

    Hadis ini bukan menunjukkan keutamaan sedekahnya orang kikir. Sebab, Islam melarang hambanya bersifat pelit. Namun ada kalanya seseorang merasa berat untuk bersedekah, itulah hawa nafsu yang perlu diperangi. 

    Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyatakan, memerangi diri sendiri untuk mengeluarkan harta dan menghindari diri dari kekikiran menunjukkan kesucian niat dan besarnya keinginan mendekatkan diri dengan Allah.

    Berbeda dengan amal lainnya yang diperuntukkan bagi diri sendiri. Saat bersedekah kita tak hanya menabung pahala, melainkan juga membantu orang lain yang lebih membutuhkan. 

    Persebaran wabah korona memang musibah, namun di sisi lain, bisa juga menjadi momentum bagi kita untuk saling peduli dan membantu melalui banyaknya saluran donasi dan sedekah.

    Salah satunya, seperti yang dilakukan Yayasan Media Group yang mengajak calon donatur untuk bersumbangsih mewujudkan program-program pencegahan virus korona.

    Informasi gaya hidup Muslim lainnya bisa dibaca di Oase.id


    Sumber: Disarikan dari hadis-hadis dalam Shahih Muslim, Sunan Baihaqi, serta keterangan dalam Minnatul Mun’im fii Syarh Shahih Muslim karya Shafiyu Rahman Al-Mubarakfuri dan Fathul Bari bi Syarhi Shahih Al-Bukhari karya Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani.




    (SBH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id