Peristiwa 18 September, Membumihanguskan PKI Madiun

    Juven Martua Sitompul - 18 September 2020 16:33 WIB
    Peristiwa 18 September, Membumihanguskan PKI Madiun
    Ilustrasi Garuda Pancasila. Antara/Irfan Anshori
    Jakarta: Peristiwa Madiun (Madiun Affairs) masih jadi momok bagi masyarakat Tanah Air. Pemberontakan pertama pasca-Indonesia memproklamasikan kemerdekaan itu terjadi pada September hingga Desember 1948.

    Pemberontakan ini juga tidak lepas dari jatuhnya kabinet Amir Syarifuddin karena menandatangani Perjanjian Renville. Perjanjian ini sebagai pemantik pecahnya konflik berdarah di Madiun, karena dianggap sangat merugikan Indonesia.

    Presiden Sukarno kemudian menyuruh Wakil Presiden Mohammad Hatta untuk kembali menyusun kabinet baru. Sampai akhirnya, Kabinet Hatta tersusun tanpa mengikutsertakan golongan sosialis maupun golongan kiri.

    Berdasarkan berbagai sumber, Kabinet Amir yang digulingkan dari takhtanya merasa kecewa. Dia lantas membentuk Front Demokrasi Rakyat (FDR), sebagai wadah golongan komunis dan golongan sosialis kiri, termasuk sejumlah partai.

    Antara lain, Partai Sosialis Indonesia, Partai Komunis Indonesia, dan Pemuda Sosialis Indonesia. Lalu Partai Buruh Indonesia dan Sarekat Buruh Perkebunan Republik Indonesia.

    FDR berjuang keras untuk mengganti ideologi Pancasila dan membentuk Republik Soviet Indonesia. Berbagai cara dilakukan untuk merebut kekuasaan kabinet pada sistem pemerintahan yang sedang berjalan pada waktu itu.
     

    Read All


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id