Kaum Disabilitas Terlupakan dari Kelompok Terdampak Virus Korona

    Anggi Tondi Martaon - 17 Mei 2020 12:37 WIB
    Kaum Disabilitas Terlupakan dari Kelompok Terdampak Virus Korona
    Kursi roda disiapkan bagi penumpang Stasiun Gambir yang membutuhkannya. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
    Jakarta: Kelompok disabilitas menjadi salah satu bagian yang terdampak virus korona (covid-19). Namun, keberadaan kelompok berkebutuhan khusus ini dianggap terlupakan.

    "Ketika bicara dampak pandemi covid-19 ini seringkali orang melupakan ada yang paling terdampak gitu ya. Kita semua susah, betul. Pengusaha susah, karyawan susah tetapi ada yang lebih susah, yaitu teman-teman disabilitas," kata Ketua Umum Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Jawa Timur Pinky Saptandari melalu telekonferensi yang dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Jakarta, Minggu, 17 Mei 2020.

    Pinky mengatakan kegiatan kaum difabel banyak yang terhenti setelah virus korona mewabah di Indonesia. Terutama pekerjaan yang bersentuhan langsung dengan fisik pelanggan. Seperti  kelompok tunanetra yang memberikan jasa memijat.

    "Selama dua bulan ini mereka tidak memijat lagi. Ini contoh, maaf kalau kita bicara kena dampaknya, barangkali yang harus kita pikirkan mereka yang terdampak betul," kata dia.

    Baca: Ketua DPRD DKI Geram Ada Anggaran Konsumtif Saat Korona

    Kelompok difabel yang pekerjaanya tidak bersentuhan langsung dengan fisik manusia juga terdampak. Seperti kelompok difabel penyedia jasa sablon dan montir.

    "Dalam kondisi demikian sekarang ini siapa yang mau betulin motornya, siapa yang mau membuat sablon untuk acara karena acaranya batal semua," ucap dia.

    Hal senada juga disampaikan oleh Executive Director Yayasan Plan International Indonesia Dini Widiastuti. Berdasarkan pemantauan yang dilakukan timnya di kawasan Indonesia Timur, seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) banyak kelompok difabel yang terkena dampak covid-19.

    Mereka yang terdampak mayoritas bekerja pada sektor informal. Seperti penyedia jasa pijit, pangkas rambut hingga sol sepatu.

    "Ada juga yang membuka warung kecil-kecilan itu terdampak ekonomi," kata Dini.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id