Cegah Covid-19, Jemaah Umrah Harus Disiplin Protokol Kesehatan

    Syarief Oebaidillah - 12 November 2020 07:42 WIB
    Cegah Covid-19, Jemaah Umrah Harus Disiplin Protokol Kesehatan
    Foto udara memperlihatkan Ka'bah dan Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi. Foto: AFP
    Jakarta: Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan asosiasi penyelenggara umrah diimbau memantau serius protokol kesehatan para jemaah. Pasalnya, ada 13 peserta umrah asal Indonesia yang terinfeksi virus korona (covid-19) di Mekkah, Arab Saudi.

    “Mereka (peserta umrah positif covid-19) menjalani karantina ditangani muasasah dan Kementerian Kesehatan Arab Saudi,” kata Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Arfi Hatim pada talkshow virtual di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Rabu, 11 November 2020. 

    Menurut dia, 224 orang dari tiga kloter yang berangkat pada 1 November 2020 menjalani tes swab di Arab Saudi. Delapan orang terkonfirmasi positif covid-19. Dari 89 orang yang berangkat 3 November 2020, lima di antaranya terpapar covid-19. 

    “Sedangkan 46 orang dari kloter 6 November, tidak ada yang terkena covid-19,” jelas Arfi.

    Baca: 13 Calon Jemaah Umrah Positif Covid-19, Kementerian Agama Jadikan Perhatian Serius

    Kondisi ini, kata dia, menjadi titik kritis yang harus dievaluasi bersama dalam konteks pencegahan covid-19. Kemenag sudah menjalankan mitigasi guna mengantisipasi hal terburuk. Namun, dia mengingatkan regulasi yang komprehensif mesti diiringi kepatuhan semua pihak. 

    “Regulasi tidak ada artinya jika tidak disiplin dan melanggar regulasi umrah pandemi,” jelas dia. 

    Wakil Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Bungsu Sumawijaya mengimbau sebelum berangkat ke Tanah Suci, jemaah umrah isolasi mandiri di Tanah Air. Hal ini agar mereka terhindar dari covid-19 serta lebih siap secara mental. 

    “Jadi, kami juga meminta jemaah melaksanakan protokol kesehatan dengan baik serta mengikuti aturan pemerintah Saudi. Manakala tiba di Saudi sebelum umrah disiplin ikuti tes swab dan jalani karantina sesuai aturan selama 72 jam, jadi jangan jalan-jalan atau keluar hotel,” ungkap Bungsu.

    Sementara itu, juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan jemaah umrah yang pulang ke Tanah Air harus mengikuti tes covid-19. Sambil menunggu hasil tes, jemaah akan dikarantina di Asrama Haji Pondok Gede di Jakarta Timur.

    “Apabila tes menunjukkan hasil tes yang positif, jemaah akan dirujuk ke rumah sakit untuk memperoleh penanganan lebih lanjut. Bagi jemaah umrah dengan hasil tes negatif covid-19, wajib menjalani isolasi di fasilitas kesehatan yang ditentukan pemerintah,” jelas Wiku.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id