Pengadaan 104 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca Terhambat Embargo

    Anggi Tondi Martaon - 08 April 2021 14:19 WIB
    Pengadaan 104 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca Terhambat Embargo
    Ilustrasi vaksinasi lansia. MI/M Irfan



    Jakarta: Kedatangan 104 juta vaksin covid-19 terkendala. Embargo vaksin AstraZeneca yang dilakukan India, salah satu negara produsen, membuat stok vaksin Indonesia tak sesuai prediksi.

    "Jadi, ada 104 juta dosis vaksin yang sampai sekarang menjadi agak tidak pasti jadwalnya," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kerja (Raker) Komisi IX di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 8 April 2021.






    Awalnya, Indonesia mendapat jatah 104 juta dosis dari AstraZeneca. Jumlah tersebut didapatkan melalui dua mekanisme.

    Pertama, mekanisme bilateral melalui Biofarma dan AstraZeneca yang memperoleh komitmen pengiriman 50 juta dosis vaksin covid-19. Kedua, 54 juta dosis yang didatangkan melalui mekanisme multilateral dengan GAVI-COVAX.

    Baca: Vaksinasi Covid-19 Kembali Dikebut Mei 2021

    Akibat embargo India, kedatangan vaksin melalui dua mekanisme tersebut terhambat. Indonesia hanya mendapat 1 juta dari 11 juta dosis vaksin covid-19 produksi AstraZeneca dari mekanisme multilateral.

    "Harusnya kita terima 11 juta (dosis) di Maret-April, ditunda semuanya di Mei. Kita hanya dapat 1 juta," ungkap dia.

    Sedangkan, mekanisme kedatangan vaksin covid-19 melalui mekanisme bilateral dikurangi oleh AstraZeneca. Mereka tidak mampu mengirim 50 juta dosis pada tahun ini.

    "Hanya bisa 20 juta di tahun ini," sebut dia.

    Dia menyebutkan 30 juta dosis akan dikirim pada kuartal kedua 2022. Dia menyebutkan keputusan itu tidak bisa diterima Indonesia.

    "Terus terang hal itu bukan sesuatu hal yang bisa kita terima, dan kita langsung melakukan komunikasi dengan pihak AstraZeneca," ujar dia.

    Vaksin untuk Indonesia 

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. 

    Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, SLANK bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

        

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id