Multiusaha Kehutanan Sebagai Upaya Mitigasi Perubahan Iklim

    Media Indonesia.com - 30 April 2021 03:08 WIB
    Multiusaha Kehutanan Sebagai Upaya Mitigasi Perubahan Iklim
    Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Dok. Kementerian LHK



    Jakarta: Peraturan Perizinan Berusaha dalam UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, dan PP Nomor 23 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kehutanan serta regulasi turunannya, memungkinkan para pelaku usaha mengembangkan multiusaha kehutanan. Pengembangan diversifikasi usaha di sektor kehutanan mengintegrasikan pemanfaatan kawasan, hasil hutan kayu, dan bukan kayu.

    Selain itu, pemanfaatan jasa lingkungan dalam model multiusaha kehutanan dapat menjadi bagian dari aksi mitigasi perubahan iklim dari sektor kehutanan berbasis lahan. Kontribusi pemegang perizinan berusaha dalam upaya mitigasi perubahan iklim dapat dilakukan melalui kegiatan yang dapat mengurangi emisi, serta meningkatkan serapan karbon dan konservasi cadangan karbon.






    “Pemegang usaha pengelolaan kehutanan diberikan keleluasaan yang lebih baik, serta bertanggung jawab untuk melakukan transformasi dari perizinan pemanfaatan hasil hutan, pengusahaan pemanfaatan jasa lingkungan dalam bentuk penyerapan dan/atau penyimpanan karbon yang lebih terintegrasi dengan bentuk pengusahaan lainnya dengan model perizinan multi usaha,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya pada dialog, Strategi dan Aksi Mitigasi Sektor Kehutanan untuk Pemenuhan Target NDC dan Pemanfaatan Nilai Ekonomi Karbon yang digelar Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) secara virtual, Kamis, 29 April 2021.

    Dalam peraturan pemerintah tersebut, Siti menyampaikan pemerintah mendorong para pengusaha perhutanan tidak lagi berbisnis tunggal. Pengusaha didorong berkontribusi lebih besar dalam aspek lain secara lebih luas, yaitu penguatan dan dukungan dalam mitigasi perubahan iklim, termasuk kaitannya dengan rencana penerapan nilai ekonomi karbon (NEK).

    “Tentu hal ini harus dikelola dengan baik dan benar, sehingga dapat memberikan added value bagi pengelolaan kehutanan di Indonesia, menerapkan kesempatan dan peluang dalam perizinan multiusaha, serta adanya insentif yang ditimbulkan dari penerapan nilai ekonomi karbon,” tutur Siti.

    Baca: Indonesia-AS Kerja Sama Atasi Perubahan Iklim Melalui USAID BIJAK

    Politikus Partai NasDem itu mengingatkan keterpaduan implementasi perizinan multiusaha kehutanan dan nilai ekonomi karbon perlu dikelola dan diintergrasikan dengan lebih tepat. Hal ini merupakan salah satu tantangan bagi pengusaha kehutanan ke depan. Selain kinerja bisnis kehutanan yang lebih baik, dan berkelanjutan, mereka didorong mendukung upaya-upaya pencapaian target mitigasi perubahan iklim dalam komitmen NDC.

    Sementara itu, Ketua APHI Indroyono Soesilo menyampaikan model multiusaha kehutanan, khususnya terkait pemanfaatan jasa lingkungan, potensial menjadi bagian dari aksi mitigasi kehutanan berbasis lahan dalam mendukung pencapaian target NDC Indonesia. Kontribusi pemegang perizinan berusaha dalam upaya mitigasi perubahan iklim dapat dilakukan dalam bentuk, antara lain penerapan prinsip pengelolaan hutan lestari, perpanjangan siklus pemanenan, pengayaan, perlindungan dan pengamanan hutan, serta perlindungan keanekaragaman hayati.

    Dari hasil aksi mitigasi tersebut, terbuka peluang bagi pemegang perizinan berusaha memperoleh insentif berupa pemanfaatan nilai ekonomi karbon.

    APHI juga akan melakukan perhitungan lebih detail untuk aksi mitigasi di setiap pemegang izin dan potensi penurunan emisi dalam waktu dekat. APHI akan menyelenggarakan empat batch pelatihan lingkup pemegang izin untuk perhitungan potensi penurunan emisi dari aksi mitigasi serta nilai ekonomi karbonnya.

    “Melalui pelatihan ini, pemegang izin dapat secara mandiri merencanakan aksi mitigasi dan menghitung potensi penurunan emisinya pada tingkat tapak,” katanya.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id