Saran Materi Khotbah dari MUI, Salah Satunya Menyasar Milenial

    Fachri Audhia Hafiez - 22 Oktober 2020 21:42 WIB
    Saran Materi Khotbah dari MUI, Salah Satunya Menyasar Milenial
    Ilustarsi salat Jumat. (Foto: Medcom.id/Gonti Hadi)
    Jakarta: Majelis Ulama Indonesia (MUI) sepakat materi khotbah salat Jumat lebih menyasar generasi milenial. Hal ini sebagai respons langkah Kementerian Agama (Kemenag) yang berencana memasok materi khotbah untuk meningkatkan kualitas pemuka agama atau khatib.

    "Ya tidak masalah (menyasar milenial). Memang khotbah itu harus kontekstual, kita harus sesuai zamannya kan," kata Wakil Sekjen Dewan Pimpinan MUI Nadjamuddin Ramly saat dihubungi Medcom.id, Kamis, 22 Oktober 2020.

    MUI juga mendorong penyusunan materi khotbah tak menyentuh unsur suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). Najamuddin berharap Kemenag mampu mengakomodasi hal itu.

    MUI tak masalah bila tak dilibatkan Kemenag dalam memasok materi khotbah. Sebab, Kemenag melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam diisi orang-orang yang berkompeten di bidangnya.

    Menurut Najamuddin, penyusunan materi khotbah bukan hal baru. Ditjen Bimas Islam sejak lama telah mengeluarkan buku panduan terkait khotbah Jumat yang menjadi referensi khatib.

    Baca: MUI Tak Sepakat Materi Khotbah Jumat dari Kemenag Diwajibkan

    Dia juga berharap adanya komunikasi menyeluruh antara MUI dengan Kemenag terkait program materi khotbah tersebut. Namun, MUI meminta materi khotbah tidak perlu bersifat wajib digunakan khatib.

    "Jangan menjadi wajib. Tetapi kalau sebagai pilihan literatur atau referensi khatib yang tidak punya bahan ya silakan saja. Karena ini bisa menjadi pegangan khatib yang ada di desa-desa terpencil, di luar atau di pulau terpencil dan situ ada umat islam," ucap Najamuddin.

    Sebelumnya, Kemenag berencana memasok materi khotbah salat Jumat. Hal ini menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas para khatib

    "Saat ini diperlukan materi khotbah salat Jumat yang responsif dan relevan dengan perkembangan zaman," kata Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin.

    Kemenag, kata dia, berupaya menjalankan program-program yang tujuannya untuk mempromosikan moderasi beragama. Selain materi khotbah, Kemenag bakal membarui buku-buku ajar serta pembinaan penceramah berwawasan kebangsaan.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id