Bali Segera Miliki Pembangkit Listrik Tenaga Gas

    Damar Iradat - 14 November 2019 21:46 WIB
    Bali Segera Miliki Pembangkit Listrik Tenaga Gas
    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko usai penandatanganan kerja sama investasi antara PT PLTG Celukan Bawang dengan Shanghai Electric Group
    Jakarta: Provinsi Bali akan segera memiliki pembangkit listrik tenaga gas (PLTG). Hal ini menyusul penandatanganan kerja sama investasi antara PT PLTG Celukan Bawang dengan Shanghai Electric Group yang akan membangun PLTG di Celukan Bawang. 

    Penandatanganan kerja sama itu dilakukan di hadapan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Kamis malam, 14 November 2019. Adapun, dua pihak yang menandatangani kesepakatan kerja sama itu yakni Direktur Utama PT PLTG Celukan Bawang Hendrianto dengan Presiden Direktur Shanghai Electric Group, Yi Xiaorong.

    "Itu investasinya kurang lebih USD1,3 miliar di Bali, untuk mengantisipasi kebutuhan bali di bidang electricity yang makin meningkat ke depan," kata Moeldoko. 

    Menurut Moeldoko, investasi ini juga sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih yang baru saja diterbitkan.  Moeldoko mengatakan, pembangunan PLTG ini menjadi salah satu solusi atas energi bersih tersebut.

    Lebih lanjut, Moeldoko mengatakan, meski proyek PLTG Celukan Bawang dilakukan dua pihak swasta, nantinya, pengoperasian dan regulasi tetap berada di bawah PT PLN (Persero).

    "Semua pembangunan power plant ini di bawah PLN, hanya ini pelakunya swasta," ujar dia.

    Hendrianto dalam kesempatan yang sama mengatakan, proyek pembangunan PLTG ini akan dibangun di atas lahan seluas 50 hektare di Desa Celukan Bawang, Buleleng pada semester I tahun 2020. Proyek ini diprediksi akan selesai tiga tahun kemudian. 

    "Harapan kami, masyarakat Bali tak akan pernah lagi khawatir listrik mereka mati tiba-tiba. Otomatis, sektor pariwisata Bali juga akan bisa terus berkembang," jelas Hendrianto. 

    Keberadaan PLTG Celukan Bawang ini, lanjut dia, nantinya akan menambah pasokan listrik di Bali sebesar 350MWx2. Sehingga, ke depannya, Bali bisa mengukuhkan status mereka sebagai kawasan mandiri untuk urusan kelistrikan. 

    Lebih lanjut, Hendrianto menyebut jika teknologi PLTG Celukan Bawang ini menggunakan Combined Cycle Gas Turbine Plant. Ia menjelaskan, panas dari gas buang PLTG ini digunakan untuk menghasilkan uap, sehingga angka pasokan listrik sebesar 350 MWx2 dapat ditingkatkan menjadi 440MWx2.

    "Pembanguna proyek ini juga akan sangat menyerap banyak tenaga kerja. PT PLTG berkomitmen akan lebih memrprioritaskan tenaga kerja lokal," tuturnya.




    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id