Sertifikasi Tanah di Jawa Tengah Rampung 2024

    Damar Iradat, Pythag Kurniati - 06 September 2019 21:53 WIB
    Sertifikasi Tanah di Jawa Tengah Rampung 2024
    Presiden Joko Widodo menyerahkan sertifikat tanah ke perwakilan warga di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat, 6 September 2019. Foto: Biro Pers dan Media Istana
    Sukoharjo: Presiden Joko Widodo menyatakan, seluruh bidang tanah di Jawa Tengah akan tersertifikasi pada 2024. Adapun Sukoharjo, menurut laporan Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil diprediksi menjadi Kabupaten pertama di Jawa Tengah yang seluruh bidang tanahnya disertifikasi.

    Hal tersebut disampaikan Jokowi saat menyerahkan 3.000 sertifikat tanah kepada masyarakat Sukoharjo, Jawa Tengah. Penyerahan sertifikat itu digelar di Gedung Olahraga Pandawa, Jumat, 6 September 2019.

    "Insyaallah nanti 2024 (Jawa Tengah) rampung semua. Sukoharjo justru mendahului. Tahun depan selesai semuanya Sukoharjo. Yang janji bukan saya, (tapi) Pak Menteri BPN," kata Jokowi yang disambut riuh tepuk tangan.

    Di Indonesia, dari sekitar 126 juta sertifikat yang semestinya telah diberikan kepada rakyat, baru 46 juta yang mampu terpenuhi di tahun 2015. Maka itu, Kepala negara menargetkan percepatan penerbitan sertifikat tersebut.

    Sebelumnya, pemerintah hanya menerbitkan 500 hingga 600 ribu sertifikat per tahun. Namun, mulai tahun 2017 jumlah tersebut naik drastis. 

    "Tahun 2017 saya minta 5 juta. Langsung sepuluh kali. Tak tunggu tahun 2017 (selesai), bisa 5,3 juta. Berarti kita bisa ini. Tahun berikutnya 7 juta, bisa lagi. Tahun ini 9 juta, insyaallah juga bisa," ia menegaskan.

    Atas capaian selama beberapa tahun terakhir tersebut, Presiden menyampaikan apresiasi bagi jajaran Badan Pertanahan Nasional di seluruh Indonesia.

    "Terima kasih Pak Kanwil BPN, Kantor BPN di Kabupaten Sukoharjo, dan yang lainnya. Kerja pagi, siang, malam saya tahu. Tapi memang seperti itulah melayani masyarakat," ujarnya.

    Presiden berharap, kepemilikan sertifikat tanah masyarakat ini akan mengurangi kasus sengketa antarindividu maupun antara individu dengan perusahaan maupun pemerintah tak lagi kembali terulang. Apalagi, dalam tiap kunjungannya ke daerah, Presiden mengakui bahwa keluhan soal sengketa tersebut selalu terdengar olehnya.

    "Kenapa saya resah dengan sertifikat ini coba? Saya ke desa, ini di kuping saya pasti masuk ini konflik lahan, konflik tanah, sengketa lahan, sengketa tanah. Enggak ada habisnya," tutur Presiden.


    Untuk diketahui, penyerahan sertifikat kali ini mencakup lahan seluas kurang lebih 2,4 juta meter persegi yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Sukoharjo. Sertifikat terbanyak diterbitkan berada di Kecamatan Nguter dengan 600 sertifikat dan disusul oleh Kecamatan Tawangsari dan Kecamatan Bulu dengan masing-masing 448 dan 426 sertifikat.



    (DMR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id