Kemenristekdikti Kembangkan Sapi Lokal untuk Tekan Impor

    Desi Angriani - 20 Juni 2016 16:07 WIB
    Kemenristekdikti Kembangkan Sapi Lokal untuk Tekan Impor
    Pekerja memberi makan sapi di peternakan sapi -- MI/Bary Fathahilah



    medcom.id, Jakarta: Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) mengembangkan riset penggemukan sapi lokal guna menekan impor daging. Hasil riset sudah memiliki label SNI dan siap disebarluaskan.

    "Kalau kita kembangkan betul dan kita aplikasikan, saya yakin dapat mengurangi impor 15-20 persen lima tahun ke depan," kata Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/6/2016).






    Nasir menuturkan, Kemenristekdikti memilih mengembangkan sapi lokal lantaran sapi impor tidak cocok dengan iklim Indonesia. Lagi pula, sapi jenis lokal tak kalah unggul dibandingkan sapi impor.

    "Kalau sapi impor, problemnya adalah pengembangannya. Iklimnya harus disesuaikan," tuturnya.

    Riset dilakukan dengan sampel sapi Bali dan sapi Sumba. Hasilnya, sapi Bali yang beratnya rata-rata 250 kilogram (kg), bisa naik hingga 500 kg per ekor. Sedangkan sapi Sumba yang rata-rata beratnya 250-300 kg, bisa didongkrak hingga 700 kg sampai 1 ton per ekor.

    Penelitian yang dilakukan sejak 2010 itu diharapkan sudah bisa diaplikasikan di lapangan. Saat ini, percobaan penggemukan sapi lokal sudah dimulai di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, NTT dan NTB.

    "Kami kembangkan paling besar ada di Enrekang, Sulawesi Selatan. Ada lahan 250 hektare, kami siapkan 1.000 ekor," tandasnya.

    (NIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id