5 Fakta Tenggelamnya KMP Yunicee, Penumpang di Luar Manifes Hingga Investigasi KNKT

    Cindy - 01 Juli 2021 09:49 WIB
    5 Fakta Tenggelamnya KMP Yunicee, Penumpang di Luar Manifes Hingga Investigasi KNKT
    Tangkapan layar video penyelamatan korban kecelakaan KMP Yunicee. Metro TV



    Banyuwangi: Kapal Motor Penumpang (KMP) Yunicee tenggelam di Selat Bali, Gilimanuk, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada Selasa, 29 Juni 2021. Sebanyak 57 orang menjadi korban kecelakaan kapal.

    Berdasarkan data manifes KMP Yunicee, ada 41 penumpang yang berada dalam kapal tersebut. Kemudian, kru kapal sebanyak 13 orang dan pihak kantin tiga orang.

     



    Jumlah korban selamat dari tragedi itu sebanyak 39 korban. Sedangkan, tujuh orang lainnya dinyatakan meninggal. 

    Dugaan sementara, KMP Yunicee tenggelam akibat terseret gelombang tinggi mencapai empat meter. Hal itu didapat dari keterangan kepala kamar mesin (KKM) KMP Yunicee yang selamat. 

    Baca: 7 Orang Tewas, Ini Kronologi Kecelakaan KMP Yunice

    Berikut kumpulan fakta terkini terkait peristiwa tenggelamnya KMP Yunicee:

    1. 150 personel gabungan cari korban

    Sebanyak 150 personel gabungan dikerahkan dalam misi pencarian korban KMP Yunicee. Personel gabungan terdiri dari Ditpolairud, TNI, Polri, dan Basarnas. 

    Personel gabungan disokong sejumlah kapal pencari. Selain itu, beberapa kapal milik TNI Angkatan Laut diterjunkan dalam misi pencarian, seperti KRI Rigel-933 dan KRI Soputan-923. 

    Pencarian akan berlangsung hingga tujuh hari ke depan. Namun, pencarian tetap memerhatikan kondisi lapangan.

    2. Pencarian korban difokuskan di Selatan Gilimanuk

    Tim rescue gabungan fokus melakukan pencarian korban tenggelam KMP Yunice di Selatan Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Pasalnya, telah ditemukan puluhan perlengkapan anak buah kapal (ABK) mengapung di area tersebut.

    "Kemungkinan korban hanyut ke arah selatan sana, makanya pencarian korban difokuskan di arah 10 mil selatan Gilimanuk," kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Tanjungwangi, Benyamin Ginting, dikonfirmasi pada Rabu, 30 Juni 2021.

    Benyamin menjelaskan, tim gabungan menemukan seluruh alat keselamatan jiwa mengapung di Selat Bali sebelah Selatan Pelabuhan Gilimanuk Bali. Alat-alat itu berupa 20 baju pelampung (life jacket), cincin pelampung rescue (life buoy), dan sekoci penolong darurat (Inflatable Liferaft/ILR).

    Berdasarkan pengalaman, lanjut Benyamin, korban akan mengapung terbawa arus jika hari pertama belum juga ditemukan. Menurutnya, para korban yang belum ditemukan hanyut terbawa arus ke arah selatan Gilimanuk. 

    Baca: 46 Korban KMP Yunicee yang Tenggelam Ditemukan, 7 Orang Meninggal

    3. 11 Penumpang hilang tidak masuk daftar manifes

    Sebanyak 16 orang masih dinyatakan hilang akibat tenggelamnya KMP Yunicee. 11 orang di antaranya tidak masuk daftar manifes penumpang. 

    "Jadi lima orang ada dalam manifes, kemudian 11 orang yang dilaporkan masyarakat di Posko Gilimanuk ini tidak ada di dalam manifes," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, dalam keterangan resmi, Kamis, 1 Juli 2021.

    Kemenhub akan melakukan penelusuran terhadap 11 orang tersebut. Kesebelas orang itu berpotensi tidak ada di kapal.

    4. Empat kapal TNI AL Evakuasi KMP Yunicee

    Sebanyak 3 KRI dan satu Kapal Angkatan Laut (KAL) dikerahkan untuk membantu evakuasi KMP Yunicee. Sebelumnya, salah satu dari dua KRI TNI AL yang telah dikerahkan berhasil menemukan life craft.

    Danlanal Banyuwangi, Letkol Laut (P) Eros Wasis, mengatakan ketiga KRI tersebut adalah KRI Rigel, KRI Soputan, dan KRI Singa. Sementara, KAL Rajegwesi milik Lanal Banyuwangi juga diterjunkan.

    "Pencarian korban KMP Yunice, tiga KRI yang ada di Banyuwangi langsung melakukan pencarian," kata Eros, Rabu, 30 Juni 2021.

    Baca: Bupati Banyuwangi Takziah ke Rumah Korban KMP Yunice

    5. KNKT Investigasi tenggelamnya KMP Yunicee

    Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan investigasi tenggelamnya KMP Yunice di Selat Bali. Khususnya, terkait adanya penumpang yang tidak masuk manifes atau dokumen jasa angkutan pelayaran.

    "Kami akan mencari tahu (penumpang tidak masuk manifes) kenapa bisa terjadi seperti itu? Karena ini berhubungan dengan keselamatan seluruh penumpang dan ABK (anak buah kapal)," ujar Ketua Tim Investigator Keselamatan Pelayaran KNKT Bambang Irawan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis, 1 Juli 2021. 
     
    Menurutnya, penumpang adalah prioritas karena KMP Yunice adalah kapal penumpang. Bambang menjelaskan, kedatangan KNKT ke Posko Tanggap Darurat KMP Yunice di Pelabuhan Ketapang untuk pengumpulan data-data guna mengetahui pasti penyebab tenggelamnya kapal tersebut.

    "Pada intinya, KNKT mengumpulkan berbagai data, baik dari perusahaan pelayaran, ABK, termasuk kondisi cuaca saat itu, dan prosedur pemuatannya serta data lainnya," beber dia. 

    Selain itu, KNKT juga akan mengecek riwayat perawatan KMP Yunicee maupun kondisi terakhir kapal feri lintas Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk itu.
     
    "Kapal itu kan ada dokumen perawatannya, bagaimana kondisi terakhir. Itu semua ada dokumen, kami akan pelajari di dokumen itu apakah terus diperbarui atau tidak," kata Bambang. 

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id