Pemerintah Bakal Relaksasi PPKM Jika Angka Covid-19 dan BOR Turun

    Siti Yona Hukmana - 24 Juli 2021 15:41 WIB
    Pemerintah Bakal Relaksasi PPKM Jika Angka Covid-19 dan BOR Turun
    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Siti Yona Hukmana



    Jakarta: Pemerintah masih menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 di Pulau Jawa-Bali dan 15 kabupaten/kota lainnya hingga besok Minggu, 25 Juli 2021. Pemerintah bisa mengendurkan kebijakan untuk memutus mata rantai penularan covid-19 itu.

    "Pemerintah akan melakukan relaksasi jika positivity rate dan bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit turun," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Jakarta International Expo (JI-Expo), Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu, 24 Juli 2021.

     



    Yusri mengimbau masyarakat khususnya warga DKI Jakarta tidak membuat kerumunan massa. Menurut dia, tingkat positivity rate covid-19 di Ibu Kota berada pada angka 30 persen ke atas.

    "Maka itu, upaya untuk memutuskan mata rantai penularan covid-19 dengan mengurangi mobilitas, taati protokol kesehatan 5M, hindari kerumunan," kata Yusri.

    PPKM darurat mulanya diberlakukan di Pulau Jawa-Bali. Pemerintah memperluas kebijakan itu hingga ke 15 kabupaten/kota di luar Jawa dan Bali.

    Ke-15 daerah itu antara lain Kota Tanjungpinang, Kota Singkawang, Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kota Bukittinggi, dan Kota Balikpapan. Kemudian, Kota Bontang, Kota Bandar Lampung, Kota Pontianak, Kabupaten Berau, Manokwari, Kota Sorong, Kota Mataram, Kota Medan, dan Kota Batam.

    Baca: Kemenkumham: Hanya WNA Bersyarat yang Diizinkan Masuk ke Indonesia

    Korps Lalu Lintas Polri membuat 1.038 titik penyekatan untuk membatasi mobilitas warga yang tersebar dari Lampung-Bali. Masyarakat yang bukan sektor esensial dan kritikal akan diputar balik.

    Rinciannya, tujuh titik penyekatan ada di pelabuhan, 86 titik penyekatan di jalan tol, dan 945 titik penyekatan di jalan nontol. Penyekatan paling banyak ada di Jawa Barat, yakni 353 titik. Sebanyak 21 titik di jalan tol dan 332 lokasi di jalan nontol.

    Kemudian Jawa Tengah ada 271 titik penyekatan dan Jawa Timur sebanyak 209 titik. Banten menjadi provinsi dengan titik penyekatan paling sedikit. Jumlahnya hanya 20 titik.

    Berikut sebaran 1.038 titik penyekatan tersebut ;

    1. Lampung: 21 lokasi (2 lokasi di jalan tol, 17 di jalan nontol, dan 2 di pelabuhan)
    2. Banten: 20 lokasi (2 lokasi di jalan tol, 17 di jalan nontol, dan 1 di pelabuhan)
    3. Metro Jaya: 100 lokasi (15 lokasi di jalan tol dan 85 di jalan nontol)
    4. Jawa Barat: 353 lokasi (21 lokasi di jalan tol dan 332 di jalan nontol)
    5. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY): 23 lokasi (semua di jalan nontol)
    6. Jawa Tengah: 271 lokasi (27 lokasi di jalan tol dan 244 di jalan nontol)
    7. Jawa Timur: 209 lokasi (19 lokasi di jalan tol, 189 di jalan nontol, dan 1 di pelabuhan)
    8. Bali: 41 lokasi (38 lokasi di jalan nontol dan 3 di pelabuhan).

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id