comscore

IDAI Beberkan Protokol Penanganan Kasus Suspek Hepatitis Akut

Atalya Puspa - 07 Mei 2022 12:32 WIB
IDAI Beberkan Protokol Penanganan Kasus Suspek Hepatitis Akut
Ilustrasi. Medcom.id
Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah mempersiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi merebaknya kasus hepatitis akut pada anak. Penyakit ini belum diketahui penyebabnya.

"Dari IDAI sudah menyiapkan protokol," kata Ketua Unit Kerja Koorniasi Gastro Hepatologi IDAI Muzal Kadim dalam konferensi pers virtual, Sabtu, 7 Mei 2022.
Muzal menyatakan telah membuat surat rekomendasi yang disebar ke dokter anak seluruh Indonesia untuk melakukan skrining awal. Ini sebagai bagian dari tata laksana penyakit tersebut di rumah sakit (RS), puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya.

"Jadi kalau ada kasus dengan ciri-ciri kuning, demam, sakit perut dan ada peningkatan enzim transaminase lebih dari 500 unit per liter dan pemeriksaan hepatitis A, B, C, D dan E negatif, ini bisa masuk probable karena belum diketahui penyebabnya apa," beber dia.

Penanganan di rumah sakit sendiri, Muzal mengungkapkan anak yang masuk dalam kategori probable akan dirawat di ruang isolasi untuk mencegah penularan ke orang lain. Selain itu, dilakukan tirah baring bagi anak yang telah memasuki fase akut.

"Kemudian, dokter akan melakukan monitoring perjalanan klinis dan pemeriksaan laboratorium terutama untuk PT/INR dan albumin," ungkap dia.

Baca: Hadapi Hepatitis Akut, Fasyankes Diperkuat

Hingga saat ini hepatitis akut pada anak belum diketahui penyebab dan obatnya. Maka, anak akan mendapatkan pengobatan supportive.

"Jadi nanti akan dipantau gula darah, elektrolitnya dipantau. Semua pengobatan bersigat supportive agar tubuh bisa mengubati dirinya sendiri untuk melawan virus. Itu yang menjadi penting," beber dia.

Sampai saat ini, Muzal mengungkapkan peneliti di Indonesia maupun di berbagai negara belum mengetahui secara pasti apa penyebab dari penyakit hepatitis akut yang menyerang anak-anak ini. Yang jelas, sejauh ini WHO menyebutkan bahwa hepatitis itu tidak berhubungan hepatitis A, B, C, D dan E.

"Jadi hepatitis itu tidak ditemukan infeksi virus hepatitis A, B, C, D dan E dan bukan disebabkan oleh penyakit lain seperti autoimun, obat-obatan, kelainan bawaan, itu semua sudah disingkirkan. Memang saat ini sedang dicari penyebabnya dan sedang diteliti," ucap dia.

IDA menyiapkan dokter anak dan rumah sakit di seluruh Indonesia. Ia mengatakan sarana hingga pemeriksaan laboratorium juga sudah siap. "Kita sudah siap menangani kasus ini," ucap Muzal.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id