comscore

Populer Nasional: Gempa Banten Terasa Sampai Jakarta Hingga Pajak Kripto

Nur Azizah - 16 Januari 2022 06:53 WIB
Populer Nasional: Gempa Banten Terasa Sampai Jakarta Hingga Pajak Kripto
ilustrasi/medcom.id
Jakarta: Gempa magnitudo 6,7 menguncang wilayah Jabodetabek pada pukul 16.05 WIB dengan kedalaman 10 km. Pusat gempa terjadi di Ujung Kulon 52 kilometer barat daya sumur Banten.
 
Gempa ini menyebabkan kepanikan bagi warga. Salah satunya di kawasan wilayah Sudirman. Orang-orang langsung berbodong-bodong keluar gedung.
 
"Saya lagi di lantai 7, terus banyak yang teriak, makanya tadi kita lari terus turun lewat tangga darurat," ujar Silvi, salah satu karyawan di tayangan Breaking News Metro TV, Jumat, 14 Januari 2022.

Pihak gedung mengimbau para karyawan untuk tetap berada di luar gedung untuk mengantisipasi gempa susulan. Selain itu lalu lintas di kawasan Sudirman Thamrin cukup normal. Walaupun sempat macet dikarenakan adanya orang berkumpul setelah keluar gedung.
 
Diketahui efek gempa bumi ini hanya terjadi di wilayah Jabodetabek tetapi sampai daerah wilayah Jawa Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan gempa tidak berpotensi tsunami.

 



Baca: Update, Rumah Rusak Akibat Gempa Banten Jadi 1.699 Unit

Gempa Banten yang dirasakan hingga ke Jakarta menjadi artikel paling banyak dibaca di Kanal Nasional Medcom.id. Berita lain yang tak kalah banyak dibaca terkait sanksi dalam Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS).

Sanksi dalam RUU TPKS tidak bertujuan sebagai bentuk balas dendam. Bakal beleid tersebut tidak mengakomodasi hukuman mati.
 
"Harus kita dudukan persoalan hukuman bagi pelaku tindak pidana bukan sebagai hukuman balas dendam," kata Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Willy Aditya saat dihubungi, Sabtu, 15 Januari 2022.
 
Ketua Panja Penyusunan Draf RUU TPKS itu menyampaikan bakal beleid tersebut hanya menghukum perilaku pelaku kekerasan seksual. Maka, ketentuan yang didesain berupaya menghilangkan perilaku pelaku kekerasan seksual selain sanksi pidana.

"Bukan mencabut hak hidupnya," tegas dia.
 
Selain itu, pembahasan RUU TPKS memandang kekerasan seksual yang terjadi karena pengalaman buruk pelaku. Menurut dia, tak jarang pelanggaran tersebut dilakukan karena pelaku sebagai korban di masa lalunya.
 
"Untuk itu maka yang terpenting adalah bagaimana merehabilitasi pelaku agar menghargai kemanusiaan dan tidak melakukan lagi perbuatan yang sama dan meneruskan kekelaman kekerasan seksual di masa depannya," kata dia.
 
Dia menyampaikan seluruh pihak diminta mengambil pengalaman dari praktik hukuman mati yang lalu. Hukuman maksimal tersebut dinilai tidak serta merta sama sekali menyelesaikan persoalan.
 
Baca selengkpanya di sini

Berita lain yag juga banyak dibaca ialah terkait pajak Kripto. Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak ikut menyoroti viralnya Sultan Gustaf Al Ghozali yang meraup untung miliaran rupiah dari jualan foto selfie di situs Non-Fungible Token (NFT) OpenSea. Ditjen Pajak meminta Ghozali membayar pajak. 
 
"Berikut link untuk mendaftarkan NPWP Anda: https://pajak.go.id/id. Cek link ini untuk informasi lebih lanjut tentang NPWP: https://pajak.go.id/index.php/id/syarat-pendaftaran-nomor-pokok-wajib-pajak-0," cuit @DitjenPajakRI dikutip dari Twitter, Sabtu, 15 Januari 2022. 
 
"Jika Anda butuh bantuan, silakan bertanya @kring_pajak. Kami berharap Anda terus beruntung di masa depan," lanjut @DitjenPajakRI. 
 
Menanggapi cuitan itu, Ghozali mengatakan bahwa momen ini menjadi pembayaran pajak pertama dalam hidupnya. Dia juga berjanji akan segera membayar pajak.
 
"Tentu saja saya akan membayarnya (pajak), karena saya adalah warga Indonesia yang baik," jawab @Ghozali_Ghozalu. 

Baca selengkapnya di sini

Baca: Ghozali Jadi Miliarder Lewat NFT, Ditjen Pajak Langsung Bilang Begini

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id