IDI Tepis Tindak Medis Penyebab BPJS Defisit

    Fachri Audhia Hafiez - 01 Desember 2019 14:19 WIB
    IDI Tepis Tindak Medis Penyebab BPJS Defisit
    Diskusi Cross Check by Medcom.id bertajuk 'Menguak Sebab BPJS Membengkak'. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
    Jakarta: Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menepis anggapan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, yang menilai tindakan medis Rumah Sakit (RS) penyebab Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengalami defisit. IDI tengah mengkaji temuan Terawan.

    "Kami tidak sepakat defisit atau penggelembungan pembiayaan yang jauh di atas dari perhitungan itu disebabkan perbuatan profesi atau tindak medis," kata Ketua Biro Hukum dan Pembinaan IDI, Dr Nazar, dalam diskusi Cross Check by Medcom.id bertajuk 'Menguak Sebab BPJS Membengkak' di Upnormal Coffee and Roasters, Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 1 Desember 2019.

    Menurut dia, Terawan tidak eksplisit menyebut defisit BPJS Kesehatan disebabkan perilaku atau perbuatan dokter. Namun, Terawan seharusnya tak buru-buru mengaitkan temuan itu dengan isu 'tekornya' BPJS Kesehatan.

    IDI tengah mengaudit tindak profesi yang dinilai menyimpang. "Peran RS institusi tempat berkiprah dokter sangat besar, terutama dalam masalah verifikasi. Itu yang kami garis bawahi" ujar Nazar.

    Terawan menerangkan defisit BPJS Kesehatan terjadi karena pelayanan yang diberikan kepada pasien tidak sesuai. Banyak dokter yang melakukan tindakan medis berlebihan, sehingga biaya klaim rumah sakit kepada BPJS Kesehatan membengkak.

    Pelayanan kesehatan seharusnya dilakukan secara optimal. Berdasarkan hasil pantauannya, terjadi pemborosan yang luar biasa. Pada operasi sesar, biayanya mencapai Rp260 triliun atau mencapai 45 persen. Jumlah tersebut melebihi standar organisasi kesehatan dunia WHO, yakni 20 persen.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id