Korban Ledakan Granat Jalani Dua Kali Operasi Bedah

    Ilham wibowo - 17 November 2015 20:42 WIB
    Korban Ledakan Granat Jalani Dua Kali Operasi Bedah
    Lokasi pelemparan granat manggis di Gedung Multi Piranti Graha. (Foto: Metrotvnews.com/Ilham Wibowo)



    medcom.id, Jakarta: Korban Ledakan granat, Maulana, 37, kini terkulai lemas di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur. Ia telah menjalani dua kali operasi bedah pada tubuhnya.

    Tetangga Maulana, Nanang, 34, mengatakan, setelah tiba di rumah sakit, Maulana langsung mendapatkan penanganan medis. Selain dada, sekuriti gedung berlantai empat ini juga terkena serpihan kaca dan proyektil bahan peledak pada usus dan lambungnya.

     



    "Saya memani keluarga di rumah sakit, dari kemarin (Maulana) sudah dilakukan dua kali operasi pengangkatan serpihan kaca di dada, terakhir di usus dan lambung," kata Nanang saat ditemui di rumahnya RT 08 RW 10, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (17/11/2015)

    Nanang menjelaskan, operasi kedua berlangsung pukul 13.00 WIB hingga 22.00 WIB setelah sebelumnya tertunda pada pagi hari. Kabar dari keluarga, lanjut Nanang, kondisi Maulana kini nampak lebih sehat. Akan tetapi belum dapat berbicara dan berdiri.

    "Saya belum mengetahui akan ada operasi ketiga atau tidak," ucap dia.

    Nanang yang membantu menolong Maulana pada saat ledakan bercerita, ia kaget mendengar suara ledakan. Kemudian dari rumahnya yang hanya berjarak 100 meter ia mencoba menolong korban dibantu sejumlah warga.

    Ia bertutur, saat itu dirinya melihat korban tak sadarkan diri bersimbah darah. Pecahan kaca terlihat di sekujur tubuhnya termasuk di perut Maulana.

    Warga yang membantu beberapa menit usai ledakan Senin, 16 November dini hari tersebut sedikit mengalami kesulitan saat memberikan pertolongan ke rumah sakit. Sejumlah taxi dan angkutan umum enggan diminta mengangkut Maulana.

    "Mungkin melihat kondisi korban yang berdarah-darah. Tapi sekitar 15 menit kemudian, ada seorang bapak pengendara Honda Jazz sukarela mengantar korban ke rumah sakit. Saya tidak tau orang itu siapa, tapi beryukur bisa cepat dibawa ke rumah sakit," paparnya.

    Seseorang melempar granat manggis ke lobi Gedung Multi Piranti Graha, sekitar pukul 03.30 WIB, Senin 16 November. Maulana, sekuriti gedung, terluka di dada terkena serpihan kaca.

    Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian menduga pelempar granat bukan teroris. Menurutnya, teroris tidak pernah beraksi berdasarkan motif pribadi. Hingga saat ini, polisi belum menangkap pelaku.

    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id