Sriwijaya Air Diminta Bantu Percepat Pengambilan DNA Keluarga Korban

    Theofilus Ifan Sucipto - 12 Januari 2021 15:00 WIB
    Sriwijaya Air Diminta Bantu Percepat Pengambilan DNA Keluarga Korban
    Pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 oleh personel Polair di Kepulauan Seribu, Minggu, 10 Januari 2021. Foto: Medcom.id/Yurike Budiman
    Jakarta: Maskapai diminta membantu mempercepat pengambilan sampel DNA keluarga korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Upaya itu sebagai bentuk tanggung jawab Sriwijaya Air sekaligus mempercepat identifikasi keluarga korban.

    Sriwijaya Air kami minta sediakan akomodasi bahkan (keluarga korban) dijemput dengan biaya Sriwijaya,” kata anggota Komisi V DPR, Hamka B Kady, kepada Medcom.id, Selasa, 12 Januari 2021.

    Hamka menyebut belum semua keluarga korban menyerahkan sampel DNA. Data ini, kata dia, bisa mempercepat identifikasi keluarga korban.

    “(DNA) harus dibuktikan apa pun caranya. Wajib itu,” tegas politikus Partai Golkar itu.

    Baca: Keluarga Korban Sriwijaya SJ-182 Dapat Santunan Rp50 Juta

    Hamka mendorong pemerintah mengawasi tindak lanjut Sriwijaya Air. Dia mengusulkan pemerintah mencabut izin usaha Sriwijaya Air jika tidak serius bertanggung jawab dan mendampingi keluarga korban.

    Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri terus menerima data sampel DNA keluarga korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Data itu digunakan untuk identifikasi bagian tubuh korban yang ditemukan. 

    "Sampai jam 17.00 DVI telah terima sampel DNA keluarga korban sebanyak 53 sampel DNA," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam jumpa pers di RS Polri, Jakarta Timur, Senin, 11 Januari 2021. 

    Tim DVI di sejumlah polda dipastikan siap menerima data antemortem dari keluarga korban yang berdomisili di luar Jakarta dan Pontianak. Data itu akan dikumpulkan di RS Polri, Jakarta Timur. 

    Pesawat Sriwijaya Air dengan call sign SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pukul 14.40 WIB, Sabtu, 9 Januari 2021. Pesawat Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK-CLC itu lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pukul 14.36 WIB.
     
    Posisi terakhir pesawat itu berada di 11 mil laut utara Bandara Soetta, tepatnya di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Pesawat tercatat hendak menambah ketinggian dari 11 ribu ke 13 ribu kaki. Pesawat itu jatuh saat mengangkut 62 orang yang terdiri atas 50 penumpang dan 12 kru.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id