Kemenkes Mulai Simulasi Imunisasi Covid-19

    Antara - 08 Oktober 2020 06:29 WIB
    Kemenkes Mulai Simulasi Imunisasi Covid-19
    Petugas medis mencatat data warga saat proses simulasi uji coba vaksinasi covid-19 di Puskesmas Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu, 4 Oktober 2020. Foto: Antara/Arif Firmansyah
    Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai menyimulasikan uji coba vaksin covid-19 di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Kabupaten Badung, Bali; dan Kota Bogor, Jawa Barat. Imunisasi covid-19 ini ditargetkan berlangsung akhir 2020.

    Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit M Budi Hidayat memastikan vaksin yang akan diberikan kepada peserta imunisasi aman. Tidak akan berdampak buruk bagi kesehatan karena vaksin terpilih melewati sejumlah uji coba dan teruji klinis.

    “Sekarang sedang diteliti dan diupayakan untuk meminimalisasi risiko-risiko yang akan terjadi, kalau memang ada risiko pasti tidak akan kita lakukan. Yang sudah diberikan ini, yang sudah aman,” kata Budi dalam keterangan tertulis, Rabu, 7 Oktober 2020.

    Menurut dia, tahapan uji coba bagian dari kesiapan Indonesia untuk vaksinasi massal apabila sewaktu-waktu vaksin definitif covid-19 telah ditemukan. Dia pun menekankan keselamatan tenaga kesehatan dan peserta vaksinasi menjadi prioritas utama. 

    Para tenaga kesehatan yang bertugas mengimunisasi akan menggunakan alat pelinding diri (APD) level 2 serta apron. Sementara itu, masyarakat harus menerapkan 3M (mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker, dan menjaga jarak).

    Dalam tahapan vaksinasi, peserta diperiksa untuk mengetahui apakah memiliki penyakit komorbid atau tidak. Tahap anamnase ini memungkinkan peserta imunisasi memiliki penyakit penyerta diarahkan ke ruang pemeriksaan umum, lalu dirujuk ke rumah sakit (RS).

    Baca: Erick Thohir Blak-Blakan Soal Pengadaan Vaksin kepada Susi

    Dia menjelaskan bila sehat, peserta akan menerima vaksinasi tahap pertama. Usai penyuntikan vaksin, peserta tidak langsung pulang melainkan harus menunggu selama 30 menit guna melihat apakah ada efek samping atau tidak.

    Nantinya, petugas puskesmas akan memberikan sosialisasi protokol kesehatan serta penerapan pola hidup bersih dan sehat di seluruh tatanan kehidupan. Jika vaksinasi tahap pertama selesai, peserta akan diimunisasi lagi dua minggu kemudian.

    (OGI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id