Bukan Chip, Begini Penjelasan LBM Eijkman Soal Isi Vaksin

    Antara - 21 Juli 2021 18:33 WIB
    Bukan <i>Chip,</i> Begini Penjelasan LBM Eijkman Soal Isi Vaksin
    Ilustrasi: Medcom.id



    Jakarta: Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Amin Soebandrio menegaskan vaksin covid-19 yang digunakan di Indonesia tidak mengandung chip elektronik. Masyarakat tidak perlu khawatir untuk menjalani vaksinasi.

    "Tidak ada chip elektronik masuk ke dalam vaksin yang disuntikkan itu," kata Amin di Jakarta, Rabu, 21 Juli 2021.

     



    Menurut dia, vaksin covid-19 tersebut berbentuk larutan jernih. Cairan ini hanya mengandung bahan aktif, seperti protein dan bahan-bahan lain yang diperlukan untuk menstabilkan dan mengawetkan vaksin tersebut.

    Bahan aktif berfungsi merangsang aktivitas sistem kekebalan tubuh sehingga lebih mampu melawan penyakit. Untuk bisa disuntikkan ke dalam tubuh, bahan aktif itu harus diberikan dalam larutan yang disebut buffer atau penyangga.

    "Vaksin di dalamnya jumlahnya kecil sekali jadi untuk bisa disuntikkan dia harus berada dalam bentuk cairan," tutur Amin.

    Baca: Stok Menipis, Pemerintah Diminta Segera Distrubusikan Vaksin ke Daerah

    Larutan penyangga berfungsi menstabilkan derajat keasaman dan melarutkan protein atau bahan aktif vaksin. Vaksin juga dilengkapi bahan stabilizer untuk menjaga bahan aktif stabil dan tidak mudah rusak. Selain itu, ada bahan pengawet agar vaksin tidak cepat busuk dan tidak terkontaminasi jamur dan bakteri.

    "Selain pengawet, kadang-kadang diberikan antibiotik, antibiotik juga maksudnya supaya tidak tumbuh jamur dan bakteri," tutur Amin.

    Selain itu, distribusi vaksin di Indonesia tidak menggunakan chip, tetapi barcode. Pada setiap kemasan obat atau vaksin, terdapat label berisi nomor seri, barcode, dan QR code untuk menjamin setiap produk terdaftar di perusahaan yang memproduksi dan terlacak keberadaannya.

    Dengan memindai barcode pada vaksin atau obat, termasuk pada vaksin covid-19, proses distribusi akan mudah dilacak. Hal ini untuk memastikan lokasi pengantaran vaksin hingga penerima vaksin.

    Setiap orang yang diberi vaksin akan dicatat menggunakan vaksin dengan batch tertentu. Dengan begitu, jika terjadi sesuatu, seperti kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI), penyebabnya dan batch vaksin yang digunakan bisa diketahui.


    Vaksin untuk Indonesia


    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id