Karaoke Venesia BSD Digerebek Terkait Prostitusi

    Antara - 20 Agustus 2020 05:53 WIB
    Karaoke Venesia BSD Digerebek Terkait Prostitusi
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menggerebek Karaoke Executive Venesia BSD, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Lokasi ini diduga menjadi tempat tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus eksploitasi seksual pada masa pandemi covid-19.

    Penggerebekan pada Rabu, 19 Agustus 2020, ini dipimpin langsung Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigadir Jenderal (Brigjen) Ferdy Sambo. Tempat hiburan malam ini diketahui telah beroperasi sejak awal Juni 2020 serta memfasilitasi layanan seks bagi para pelanggannya.

    Tempat hiburan ini dinilai melanggar aturan. Operasional lokasi usaha ini menabrak Pasal 9 Ayat (1) dan (2) Peraturan Wali Kota Tangsel Nomor 32 Tahun 2020 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Wali Kota Nomor 13 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Dalam Rangka Penanganan Covid-19.

    "Pasal 9 Ayat (1) menyebutkan bahwa selama pemberlakuan PSBB, dilakukan penghentian sementara aktivitas bekerja di tempat kerja/kantor," tutur Sambo, Kamis, 20 Agustus 2020.

    Kota Tangerang Selatan masih memperpanjang masa PSBB sejak 9 Agustus hingga 23 Agustus 2020. Sementara itu, Karaoke Venesia BSD tercatat mempekerjakan 47 perempuan dari Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

    Dalam penggerebekan, polisi menangkap 13 orang. Mereka terdiri dari tujuh muncikari, tiga kasir, satu supervisor, satu manajer operasional, dan satu general manager.

    Baca: Polda Jatim Bongkar Praktik Prostitusi Berkedok Karaoke

    Sejumlah barang bukti yang disita. Hal ini di antaranya dua bundel kuitansi, satu bundel vouche ladies tertanggal 19 Agustus 2020, uang booking Rp730.000 untuk para ladies mulai dari 1 Agustus 2020, 3 mesin electronic data capture (EDC) dan 12 kotak alat kontrasepsi.

    Selain itu, ada satu bundel formulir penerimaan ladies, satu bundel presensi ladies, tiga komputer, satu mesin penghitung uang, dan tiga printer. Ada pula 14 baju kimono sebagai kostum pekerja, dan dua lembar kuitansi hotel tertanggal 19 Agustus 2020.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id