Lima Tahun Kasus Kematian Akseyna Masih Gelap

    Juven Martua Sitompul - 04 Februari 2020 22:32 WIB
    Lima Tahun Kasus Kematian Akseyna Masih Gelap
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Polisi kembali membuka penyidikan kasus kematian mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Akseyna Ahad Dori. Belum ada titik terang dari kasus yang sudah bergulir bertahun-tahun ini.

    Baru-baru ini, Polres Depok kembali mencari jejak pelaku pembunuhan Akseyna. Sebanyak 28 saksi juga sudah diperiksa buat membongkar identitas pelaku.

    Berikut upaya polisi kembali mengusut kasus pembunuhan Akseyna:

    1. Polisi Olah TKP Kasus Kematian Akseyna

    Polisi kembali membuka lembaran baru atas kasus meninggalnya mahasiswa UI, Akseyna Ahad Dori. Sejak mayatnya ditemukan mengambang pada 26 Maret 2015, pembunuh Akseyna belum terkuak.
     
    "TKP sudah diolah kembali oleh Kapolres (Depok) hari ini, Kombes Azis Andriansyah, penyidik masih lakukan upaya penyelidikan," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Asep Adi Saputra, di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 3 Februari 2020.

    Selengkapnya baca di sini

    Lima Tahun Kasus Kematian Akseyna Masih Gelap
    Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Mabes Polri Kombes Asep Adi Saputra. Foto: Cindy/Medcom.id

    2. Polisi Cari Bukti Baru Kasus Akseyna

    Polisi mengolah kembali tempat kejadian perkara (TKP) kasus kematian mahasiswa UI Akseyna Ahad Dori, demi mendapatkan temuan baru. Kasus itu belum terungkap sejak 2015.
     
    "Supaya bisa mengungkap siapa pelakunya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Brigjen) Raden Prabowo Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 4 Februari 2020.
     
    Menurut dia, olah TKP kasus lama hal yang lumrah. Pasalnya, kasus ini menjadi utang Korps Bhayangkara kepada keluarga Akseyna dan masyarakat.

    Selengkapnya baca di sini

    Kasus pembunuhan Akseyna sudah bergulir hampir lima tahun. Penyidik mengalami banyak kendala mengejar pelaku pembunuhan mahasiswa jurusan Biologi itu. Salah satunya konsisi lokasi penemuan jenazah Akseyna sudah tidak sama dengan sebelumnya.

    Berikut dalih kepolisian sulit mengungkap kasus kematian Akseyna:

    1. Polisi Akui Ada Kendala Ungkap Kasus Akseyna Sejak Awal

    Kematian mahasiswa Universitas Indonesia, Akseyna Ahad Dori masih jadi misteri. Polisi belum menemukan titik terang meski dugaan kasus pembunuhan tersebut sudah disidik sejak dua tahun lalu.
     
    Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan beberapa kendala yang belum bisa diatasi penyidik untuk memecahkan kasus dugaan pembunuhan mahasiswa Universitas Indonesia jurusan Biologi tersebut.
     
    "Itu PR bagi saya, pertama saya menjabat kan concern saya ke Akseyna. Tetapi ada beberapa benturan misalkan dari olah TKP (tempat kejadian perkara) awal, kemudian pemeriksaan saksi yang sudah lama, setelah diperiksa lama berhenti itu jadi problema sendiri ketika kita membuka kembali sebuah case. Otomatis olah TKP yang sekarang kita lakukan tidak sama ketika TKP itu masih belum terkontaminasi," kata Hendy di Mapolda Metro Jaya, Senin 27 Maret 2017.

    Selengkapnya baca di sini

    2. Alasan Polisi Sulit Ungkap Kasus Kematian Akseyna

    Beberapa kasus pembunuhan pada 2015 cukup menyita perhatian masyarakat. Salah satu yang paling menyita perhatian ialah kasus tewasnya mahasiswa Universitas Indonesia, Akseyna Ahad Dori.
     
    Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti buka suara perihal kasus Akseyna. Polisi, menurut dia, memang kesulitan mengungkap kasus

    "Karena saya tidak terlibat sejak awal. Ini saya harus ulangi semuanya dalam penyelidikan," kata Krishna di Mapolda Metro Jaya, Rabu, 30 Desember 2015.

    Selengkapnnya baca di sini

    Lima Tahun Kasus Kematian Akseyna Masih Gelap
    Kombes Krishna Murti saat menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Foto:MI/Arya Manggala
     
    Akseyna ditemukan tewas mengambang di Danau Kenanga UI pada Kamis, 26 Maret 2015. Saat ditemukan, Akseyna tengah menggendong tas berisi sejumlah batu bata.
     
    Mulanya, polisi menyatakan meninggalnya Akseyna sebagai kasus bunuh diri. Salah satu indikasi Akseyna tewas bunuh diri diperkuat dari tulisan tangan dalam sepucuk kertas di indekosnya yang bertuliskan: 'Will not return for, please don't search for existence. My apologize for everything eternally.'
     
    Tapi, pernyataan itu dikoreksi. Penghujung Mei 2015, Kombes Krishna Murti yang kala itu menjabat Direskrimum Polda Metro menyimpulkan Akseyna tewas karena dibunuh, bukan bunuh diri.
     
    "Ada luka fisik di wajah yang bersangkutan (Akseyna). Kalau dia bunuh diri, harusnya (wajahnya) mulus, tidak ada luka fisik," kata Krisna pada waktu itu.
     
    Dugaan Krishna semakin kuat jika Akseyna tewas dibunuh. Pasalnya, Grafolog Deborah Dewi menyatakan tulisan tangan dalam surat di indekos tidak 100 persen otentik tulisan tangan Akseyna.





    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id