comscore

Klarifikasi UAS Disebut Ekstremis Sehingga Ditolak Masuk Singapura

Sri Yanti Nainggolan - 19 Mei 2022 10:44 WIB
Klarifikasi UAS Disebut Ekstremis Sehingga Ditolak Masuk Singapura
Ustaz Abdul Somad. ist
Jakarta: Ustaz Abdul Somad (UAS) mengklarifikasi terkait dirinya yang disebut ekstremis sehingga ditolak masuk Singapura. Ia menjabarkan ceramah-ceramahnya yang diduga mengarah ke paham tersebut. 

"Tentang masalah-masalah kontroversial yang pernah ditujukan ke saya semuanya sudah diklarifikasi. Tinggal tulis saja di www.youtube.com 'klarifikasi UAS'. Setelah itu tulis masalahnya," kata UAS dalam YouTube Refly Harun, Rabu, 18 Mei 2022. 
 

Klarifikasi UAS soal martir bunuh diri 

Ia menjelaskan soal kotbahnya terkait martir bunuh diri. "Itu konteks di Palestina ketika tentara Palestina tidak punya alat apa pun untuk membalas serangan Israel," tutur UAS. 
Ia juga menegaskan bahwa itu bukan pendapat pribadi. "Dan itu bukan pendapat saya. Saya menjelaskan pendapat ulama," tambah dia. 

Baca: Singapura Disarankan Membuktikan Ceramah UAS yang Dianggap Ekstremisme

UAS menyatakan bahwa kotbah itu disampaikan dalam masjid dan itu adalah pertanyaan jemaah. 

"Masa jemaah tanya, 'Ustaz, masalah di Palestina jangan dijawab. Nanti kalau dijawab saya nggak bisa masuk ke Singapura.' Saya kan intelektual. Saya ini profesor, doktor, dosen," lanjut dia. 
 

Klarifikasi UAS soal jin dalam patung

UAS lalu menjelaskan soal khotbah jin dalam patung. "Itu hadis nabi, innal malaikata, malaikat, la tadkhulul buyut, tidak masuk ke dalam rumah, fiha tamasil, di dalam rumah itu ada patung," terang dia. 

"Kenapa tidak mau malaikat masuk? Karena malaikat tidak masuk satu majelis dengan jin. Bukan malaikat itu takut. Dia tidak mau kotor. Itulah maka di rumah orang Islam tak boleh ada patung," lanjut UAS. 

Baca: Tak Hanya UAS, Seorang Pastor Juga Pernah Ditolak Masuk Singapura
 

Klarifikasi UAS soal kafir 

Ketiga, UAS menjelaskan soal kafir. Ia menjabarkan makna kata tersebut. 

"Kafir itu artinya ingkar. Siapa saja yang tidak percaya Nabi Muhammad adalah rasul utusan Allah, maka dia adalah (kafir)," ucap dia. 

"Dan saya ini kafir. Saya tidak percaya kepada ajakan iblis dan setan, maka saya ini kafir," ia memberi contoh lain. 

"Itu adalah istilah dalam agama, agama kita. Masak kita hilangkan istilah-istilah agama hanya karena tidak mau orang lain tersinggung," lanjut UAS.

(SYN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id