Jaga Persatuan Bangsa Lewat Komunikasi Positif

    Achmad Zulfikar Fazli - 15 November 2019 06:31 WIB
    <i>Jaga Persatuan Bangsa Lewat Komunikasi Positif</i>
    ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
    Jakarta: Sebagai negara yang multikultur, agama dan etnis, Indonesia paling rawan terjadinya konflik berlatar Suku, ras dan agama (SARA). Komunikasi adalah cara ampuh menjaga persatuan dan soliditas masyarakat.

    “Ini adalah simbol komunikasi masyarakat dari Sabang sampai Merauke. Komunikasi adalah cara untuk menjaga persatuan, saling toleransi, menjaga solidaritas kehidupan berbangsa,” kata Kasubdit Informasi dan Komunikasi Pertahanan dan Keamanan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dikdik Sadaka, saat Deklarasi Komunikasi Kebangsaan dari titik 0 kilometer Indonesia di Kota Sabang, Aceh, Kamis, 14 November 2019.

    Komunikasi positif adalah cara ampuh untuk menagkal berbagai berita bohong (hoax) yang memecah belah persatuan. Dia yakin tidak akan ada perpecahan dan perselisihan apabila seluruh masyarakat dari Sabang sampai Merauke menjalin komunikasi efektif dan positif.

    “Hubungan paling penting dalam manusia adalah komunikasi. Melalui komunikasi akan memperkuat persatuan, persaudaraan dan toleransi antar masyarakat," terang dia.

    Dia menjelaskan komunikasi harus ada persamaan persepsi dan satu pemahaman. Peran dari para pakar dan praktisi komunikasi di era digital sangat vital dalam membantu mencerdaskan bangsa dalam berkomunikasi yang baik, dan sehat untuk menciptakan persatuan, persaudaraan, serta toleransi di kalangan masyarakat.

     Wakil Wali Kota Sabang Suradji Junus mengapresiasi Sabang menjadi tuan rumah deklarasi komunikasi kebangsaan. Sabang menjadi patokan awal menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

    “Dari anak SD sampai dewasa, dari Sabang sampai Merauke, harus digerakkan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dari kilometer 0 (tugu titik 0) inilah, menjadi simbol persatuan kita sebagai bangsa,” ujar dia.

    Deklarasi komunikasi kebangsaan dari KM 0 dihadiri ratusan anggota Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia pusat maupun cabang di berbagai daerah. Mereka terdiri dari akademisi, praktisi, dan peneliti di bidang komunikasi dan media, tokoh masyarakat maupun publik (social media influencer), serta praktisi media sosial.



    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id