Terpopuler Nasional: Solo Siap Terapkan PPKM Level 3 Hingga Prokes Cegah Omicron

    Nur Azizah - 30 November 2021 07:31 WIB
    Terpopuler Nasional: Solo Siap Terapkan PPKM Level 3 Hingga Prokes Cegah Omicron
    ilustrasi/medcom.id



    Solo: Pemkot Solo menyerukan pada warganya bersiap menghadapi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 mulai 24 Desember 2021. Kepala Satpol PP Solo, Arif Darmawan, mengatakan pada waktu yang bersamaan akan diterapkan sistem lockdown mulai pukul 21.00 WIB.
     
    "Kita tekankan lagi lockdown. Jadi warga tidak boleh lagi beraktivitas di luar rumah mulai pukul 21.00 WIB. Pengusaha kuliner dan lainnya juga harus tutup pada jam itu," kata Arif di Solo, Jawa Tengah, Senin, 29 November 2021.

    Dia menjelaskan untuk melancarkan rencana tersebut, Satpol PP Solo akan menerjunkan petugas ke lapangan memantau aktivitas warga. Jika ditemui warga berkegiatan di luar rumah pada malam hari, akan langsung diminta pulang.
     
    Selain itu warung makan atau restoran juga akan diminta tutup jika masih diketahui buka pada jam tersebut. Dia mengakui, Pemkot Solo masih belum akan menerapkan sanksi denda dan sanksi sosial pada warga yang terbukti melanggar.
     
    "Warga saat ini memah lebih banyak yang abai terhadap protokol kesehatan (prokes). Tapi bukan menolak. Makanya kita tidak akan menyanksi dulu, kita peringatkan. Karena kita sekarang menilai warga memahami kita masih dalam kondisi pandemi. Hanya saja mereka memang abai," jelasnya.

     



    Baca: Antisipasi Omicron, Pemprov Jatim Periksa Mendalam Seluruh Pasien Covid-19
     
    Selain itu Arif mengatakan mulai melakukan sosialisasi pada stakeholder terkait tentang rencana penerapan PPKM level 3 akhir tahun 2021 ini. Termasuk untuk para pelaku usaha rekreasi dan hiburan umum (URHU) yang harus tutup pada periode 24 Desember hingga 2 Januari 2022.
     
    "Kita sosialisasikan OPD-OPD terkait untuk itu. Mulai dari Disdag, Disparta dan lainnya. Kita sosialisasikan agar penerapan prokes levih disiplin, Jogo Tonggo dikuatkan lagi, pariwisata, toko modern ancang-ancang (bersiap) juga," ungkapnya.

    Berita terkait rencana penetapan PPKM level 3 di Solo menjadi berita paling banyak dibaca di Kanal Nasional Medcom.id. Berita lainnya yang juga menarik perhatian pembaca terkait penyelenggaraan Formula E.

    Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta, Bambang Widjojanto, meminta masyarakat tidak meremehkan Formula E. Ajang balap mobil listrik itu diyakini akan sama membanggakannya dengan World Superbike (WSBK) di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).
     
    "Prinsipnya, kami ingin mencontoh Mandalika. Kalau Mandalika bisa sukses, di sini (DKI Jakarta) juga harusnya bisa sukses," kata Bambang di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Senin, 29 November 2021.
     
    Menurut dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan menyukseskan Formula E. Salah satu caranya, yakni kooperatif memberikan dokumen kepada KPK.

    Baca: Serahkan Dokumen Formula E, Jakpro Minta Wejangan KPK
     
    Bambang juga ingin mempelajari cara kerja kepala daerah di Mandalika dalam menyukseskan WSBK. Ilmu dari Mandalika diyakini bisa diterapkan di DKI agar Formula E berlangsung lancar.
     
    "Nah, salah satunya adalah government prosesnya yang harus kita pelajari di Mandalika seperti apa, misalnya gitu," ujar Bambang.
     
    Dia menegaskan ajang balap mobil listrik di DKI tidak akan dibatalkan. Bambang menyebutkan persiapan Pemprov tetap berjalan meski kasus dugaan korupsi terkait Formula E diendus KPK.
     
    "Jadi, kita enggak mau ada masalah-masalah lain selain menyukseskan Formula E," tutur Bambang.

    Berita selanjutnya yang juga paling banyak dibaca terkait upaya pencegahan virus covid-19 varian Omicron. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 kembali mengingatkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan (prokes). Disiplin prokes tidak boleh angin-anginan mengingat adanya virus covid-19 varian B.1.1.529 atau Omicron yang sudah melanda di beberapa negara.
     
    “Mau tidak mau kata kuncinya konsistensi prokes,” kata anggota tim pakar Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah dalam telekonferensi di Jakarta, Senin, 29 November 2021.
     
    Dewi mengatakan kasus covid-19 yang melandai di Indonesia bukan berarti kondisi sudah aman. Kepatuhan prokes mesti ditingkatkan supaya Indonesia segera keluar dari status pandemi.

    Dia menilai disiplin prokes kian penting lantaran virus terus bermutasi. Varian Omicron disebut memiliki mutasi yang banyak dan tengah diteliti ihwal dampaknya terhadap kesehatan.
     
    Dewi mafhum masyarakat tidak bisa selamanya berada di rumah. Masyarakat perlu beraktivitas, namun tetap aman dari virus berbahaya itu.
     
    “Ayo ajak vaksinasi orang sekitar kita, keluarga dekat, keluarga besar,” papar dia.
     
    Baca: Pencegahan Varian Baru Akan Tangkal Gelombang Ketiga Covid-19
     
    Dewi menyebut prokes wajib diterapkan di mana pun dan kapan pun. Apalagi, bila nanti kegiatan belajar mengajar di sekolah dan bekerja di kantor mulai diterapkan menyeluruh.
     
    “Dipastikan kepatuhan prokes tetap dilaksanakan,” ucap dia.

    (NUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id