Ini Perintah Jokowi ke BNPB, TNI, dan Polri untuk Tangani Banjir Bandang

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 05 April 2021 11:52 WIB
    Ini Perintah Jokowi ke BNPB, TNI, dan Polri untuk Tangani Banjir Bandang
    Presiden Joko Widodo. Dok: Medcom.id



    Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya mengambil langkah
    cepat menangani banjir bandang dan longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bencana tersebut mengakibatkan korban jiwa dan ratusan warga lainnya mengungsi.

    Jokowi menginstruksikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Munardo; Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Muda Henri Alfiandi; Menteri Sosial Tri Rismaharini; Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin; Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakayat (PUPR) Basoeki Hadimoeljono; Panglima TNI Marskel Hadi Tjahjanto; dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit segera melakukan evakuasi.






    “Saya telah memerintahkan Kepala BNPB, Kepala Basarnas, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Menteri PUPR, Panglima TNI dan Kapolri untuk segera melakukan evakuasi dan menangani korban bencana di lapangan,” kata Jokowi di akun Twitter resmi @jokowi, Senin, 5 April 2021.

    Penanganan bencana meliputi evakuasi korban dan penyediaan tempat pengungsian yang memadai. Selain itu, Presiden meminta jajarannya segera memperbaiki infrastruktur yang rusak.

    Jokowi  juga menyampaikan rasa dukacitanya terhadap para korban meninggal dalam musibah ini. "Atas nama pribadi dan rakyat Indonesia, saya menyampaikan dukacita yang mendalam atas korban meninggal dunia dalam musibah tersebut," tambahnya.

    Banjir bandang melanda wilayah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu, 4 April 2021 dini hari. Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) melaporkan sebanyak 55 orang meninggal dan 40 orang hilang akibat banjir tersebut.
     
    "Sebanyak 44 orang meninggal di Flores Timur dan 11 lainnya di Lembata," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, melalui keterangan tertulisnya, Senin, 5 April 2021. Sementara, data warga hilang tercatat sejumlah 24 orang di Flores Timur dan 16 orang di Lembata.
     
    Kerugian materiel di Flores Timur tercatat sebagai berikut; rumah hanyut 17 unit, rumah terendam lumpur 60 unit, dan jembatan putus sebanyak 5 unit. BPBD setempat masih terus mendata dan memverifikasi dampak korban maupun kerusakan infrastruktur.

    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id