Legislator Ungkap Kisah di Balik Vaksin Nusantara

    Aria Triyudha - 17 April 2021 17:08 WIB
    Legislator Ungkap Kisah di Balik Vaksin Nusantara
    Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Lakalena. Dok DPR



    Jakarta: Vaksin Nusantara menuai polemik. Lahirnya vaksin ini sendiri bermula di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kariadi Semarang.

    "Kisahnya Vaksin Nusantara itu waktu kami ke RS Kariadi Semarang," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Lakalena dalam diskusi Polemik MNC Trijaya bertema "Siapa Suka Vaksin Nusantara" yang disiarkan melalui YouTube MNC Trijaya, Sabtu, 17 April 2021.

     



    Melki menjelaskan, ia dan sejumlah anggota Komisi IX DPR lain bertemu dengan dokter, peneliti, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan peneliti dari Amerika Serikat. Pembicaraan konstruktif pun mengemuka dalam kesempatan itu.

    "Saat kami ke sana, Terawan Agus Putranto bukan lagi sebagai Menteri Kesehatan (Menkes)," kata Melki yang juga relawan Vaksin Nusantara.

    Baca: Gunakan Sampel Darah Manusia, Begini Tahapan Penelitian Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara, kata Melki, muncul dari langkah Terawan Agus Putranto menerjemahkan arahan Presiden Joko Widodo agar vaksin tidak menyasar usia tertentu saja. Oleh karena itu, peneliti tertantang untuk membuat vaksin yang bisa menjawab kebutuhan rakyat Indonesia.

    Namun, ia mengakui hubungan peneliti dan BPOM terkait penelitian Vaksin Nusantara tidak harmonis. Merespons hal itu, Komisi IX DPR kemudian meminta pembicaraan lanjutan di Kompleks Parlemen. Pembicaraan pada 10 Maret 2021 itu melibatkan pihak-pihak terkait.

    "Di forum DPR terjadi pembahasan ilmiah dan aspek keamananannya bagus. Tidak ada dampak dari pemberian vaksin ini kepada para relawan," ucap Melki.

    Pembicaraan di Komisi IX DPR itu kemudian menyimpulkan tak ada alasan pembuatan Vaksin Nusantara tidak dilanjutkan. Pembicaraan di Komisi IX DPR RI menghasilkan kesimpulan BPOM diminta mengeluarkan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) pada 17 Maret 2021.

    LBM Eijkman Ungkap Peluang Vaksin Nusantara Disuntik Massal

    Namun, Melki menilai BPOM kemudian bersikap aneh karena tak ada perdebatan hebat dalam rapat. "Setelah kesepakatan di DPR, BPOM ikut tanda tangan kesimpulan rapat dan itu sifatnya mengikat. Karena jika tidak dilaksanakan ada konsekuensinya," beber Melki.

    Sejatinya, Vaksin Nusantara memiliki banyak manfaat positif terkait pencegahan covid-19. Antara lain, biaya murah, mampu menghadapi mutasi gen, dan hanya perlu disuntik satu kali.

    Individu yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta juga bisa disuntik Vaksin Nusantara. Sebab,  vaksin ini berasal dari serum darah seseorang yang akan divaksin.
     

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id