Populer Nasional: 3 Polisi Jadi Terlapor Hingga Eks Kader Demokrat Jangan Baper

    Yogi Bayu Aji - 04 Maret 2021 08:19 WIB
    Populer Nasional: 3 Polisi Jadi Terlapor Hingga Eks Kader Demokrat Jangan Baper
    Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi. Foto: Istimewa



    Jakarta: Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri telah membuat laporan polisi (LP) model A atas dugaan unlawful killing pada penembakan empat pengikut eks pentolan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab di Tol Jakarta-Cikampek KM 50. Sebanyak tiga polisi menjadi terlapor.

    "Sudah ada LP-nya," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, 3 Maret 2021. 






    Baca: Enam Pengikut Rizieq yang Tewas Jadi Tersangka

    Namun, Andi tidak menyebut identitas tiga polisi yang menjadi terlapor. Dia mengatakan ketiga polisi itu menjadi petugas yang membawa empat eks laskar FPI itu.

    Berita soal kelanjutan kasus penembakan pengikut Rizieq menjadi berita terpopuler di Kanal Nasional Medcom.id. Selain itu, pembaca menyoroti pelecehan seksual oleh bos perusahaan keuangan, JH, 47, terhadap dua sekretarisnya.

    Wakapolres Metro Jakarta Utara, AKBP Nasriadi, mengungkapkan JH mengaku sebagai orang pintar, yang bisa meramal nasib dan rezeki seseorang. Bujuk rayu tersebut dilontarkan untuk memikat dua korbannya.

    "Ada unsur pemaksaan di dalam bujuk rayu tersebut yaitu dengan cara menyentuh bagian-bagian vital atau menyentuh organ-organ sensitif di tubuh korban," kata Nasriadi saat dikonfirmasi, Rabu, 3 Maret 2021.

    JH melakukan aksinya terhadap korban pertama, DF, yang sudah bekerja sejak Maret-November 2020. Dia juga melecehkan korban kedua, EF, pada September 2020.

    Polemik di tubuh Partai Demokrat juga masih menarik perhatian pembaca. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat menanggapi santai gugatan tujuh mantan kadernya. Mereka memprotes pemecatan secara tidak hormat itu.

    "Jangan baper (bawa perasaan)," kata Ketua Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, dalam keterangan tertulis, Rabu, 3 Maret 2021.

    Dia menyebut langkah tujuh mantan kader Demokrat tak tepat. Gugatan tidak sesuai dengan amanat Pasal 31 Undang-Undang (UU) 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik.

    Dalam aturan itu, pihak yang keberatan dengan putusan partai tidak bisa langsung mengajukan gugatan ke pengadilan. Penyelesaian harus melalui Mahkamah Partai. 

    Berita-berita kasus penembakan pengikut Rizieq hingga polemik Demokrat bakal selalu diperbarui. Klik di sini untuk mendapatkan informasi terbaru dari Kanal Nasional Medcom.id.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id