PSBB Jawa-Bali Diterapkan, Ini Kegiatan yang Bakal Terdampak

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 06 Januari 2021 14:58 WIB
    PSBB Jawa-Bali Diterapkan, Ini Kegiatan yang Bakal Terdampak
    Ilustrasi/Medcom.id
    Jakarta: Pemerintah mulai 11 Januari hingga 25 Januari akan menerapkan pengetatan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) kegiatan masyarakat di Jawa-Bali. Pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) ini bertujuan untuk menekan penyebaran virus korona.

    "Pemerintah perlu melakukan pembatasan untuk menghindari penularan virus ini," kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu, 6 Januari 2020.
     

    Berikut kegiatan-kegiatan masyarakat yang terdampak dari PSBB mikro: 

    1. Membatasi kapasitas tempat kerja dengan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah 75 persen, dengan melakukan protokol kesehatan ketat. 
    2. Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara daring.
    3. Sektor esensial yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat tetap beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan protokol kesehatan secara ketat.
    4. Pembatasan jam buka kegiatan-kegiatan pusat perbelanjaan hingga pukul 19.00 WIB. Sedangkan untuk makan-minum di tempat maksimal 25 persen dan pemesanan makanan melalui take away dan delivery tetap diizinkan.
    5. Mengizinkan kegiatan konstruksi beroperasi 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.
    6. Mengizinkan tempat ibadah untuk melakukan pembatasan kapasitas sebesar 50 persen dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.
    7. Fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya dihentikan sementara.
    8. Kapasitas dan jam operasional moda transportasi diatur.

    Adapun kriteria wilayah yang wajib melakukan pembatasan ialah dengan kasus aktif lebih dari 14,2 persen.

    "Angka kematian di atas rata-rata nasional tiga persen dan tingkat kesembuhan di bawah rata-rata nasional, yaitu 82 persen," ujarnya.

    Wilayah dengan ketersediaan tempat tidur rumah sakit di bawah 70 persen juga wajib melakukan pembatasan. Aturan pembatasan ini akan dikeluarkan masing-masing kepala daerah.

    "Pak Menteri Dalam Negeri (Tito Karnavian) akan membuat edaran ke seluruh pimpinan daerah," jelas Airlangga.

    Airlangga menyebut kasus aktif di Indonesia naik signifikan sejak libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Pada Minggu terkahir Desember 2020, kasus baru covid-19 mencapai 48.434. Kemudian, naik menjadi 50.1986 kasus di awal Januari 2021.

    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id