Pusat Daur Ulang Sampah Surabaya Jadi Perhatian ASEAN

    04 Mei 2019 20:23 WIB
    Pusat Daur Ulang Sampah Surabaya Jadi Perhatian ASEAN
    Sekjen ASEAN Dato Lim Jock Hoi takjub dengan pengelolaan sampah di Surabaya, Jawa Timur. Foto: KLHK
    Jakarta: Pusat Daur Ulang (PDU) Jambangan, Surabaya, Jawa Timur, menjadi perhatian negara-negara ASEAN. Fasilitas daur ulang sampah yang dibangun pada 2015 ini telah mengubah drastis wajah Jambangan.

    "Semula, desa di Jambangan sangat kotor dan penuh sampah, terutama di pinggiran sungai. Namun, setelah ada 'geblak' alias gerakan balik kanan untuk membenahi desa, kini Jambangan menjadi bersih, asri, dan terawat," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Karliansyah, Sabtu, 4 Mei 2019.

    Jajaran KLHK mendampingi Sekretaris Jenderal (Sekjen) ASEAN Dato Lim Jock Hoi beserta rombongan dubes negara-negara ASEAN berkunjung ke Surabaya. Kunjungan itu tak lain untuk melihat salah satu daerah di Indonesia yang berhasil mengelola sampah dengan baik.

    Kota Surabaya terdepan dalam pengelolaan sampah. Hal ini terbukti dengan predikat satu-satunya kota di Indonesia yang meraih Adipura Kencana. Dari segi sarana, Surabaya mempunyai salah satu pusat daur ulang sampah yaitu Pusat Daur Ulang (PDU) Jambangan yang layak menjadi panutan. 

    Fasilitas daur ulang sampah yang dibangun pada 2015 ini dapat mengelola lima hingga enam ton sampah per hari, dengan kapasitas maksimum 20 ton per hari. Pendapatan harian dari sampah yang terolah bisa mencapai Rp6 juta.

    Sekjen ASEAN Dato Lim Jock Hoi beserta rombongan takjub saat diperlihatkan foto perubahan Jambangan yang dipajang saat kunjungan. Tampak jelas foto Jambangan yang tadinya kumuh kini terawat dan layak huni bagi warganya. 

    "Bagus sekali. Ini bisa dijadikan contoh bagi negara-negara di ASEAN mengenai bagaimana cara pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat," kata Jock Hoi.

    Di desa ini, rombongan ASEAN menyaksikan kerajinan membuat motif kain dari dedaunan kering yang menjadi kreasi warga setempat. Bahkan, beberapa orang dari rombongan memborong kain-kain karya warga setempat.

    "Saya membuat kain dengan cetakan daun-daun asli kering selama sekitar sebulan. Daripada jadi sampah, lebih baik didaur menjadi bahan dasar motif kain yang bagus," kata Yovita, salah satu perajin di Jambangan.

    Baca: Sekjen ASEAN Melihat Cara Indonesia Turunkan Kebakaran Hutan

    Rombongan ASEAN juga sempat menyusuri jalanan kampung di pinggir kali. Di sepanjang kali, warga membuat taman-taman kecil yang tertata rapi. Ada sangkar-sangkar burung dari berbagai jenis yang diletakkan di tepi kali.

    Jock Hoi juga terkesima dengan halaman rumah warga yang  bersih, rapi, dan tertata dengan baik. Hampir di setiap sudut ada tempat sampah agar warga tidak membuang sembarangan ke kali. 
    Pusat Daur Ulang Sampah Surabaya Jadi Perhatian ASEAN
    Jadi rujukan

    Karliansyah mengatakan pengelolaan sampah di Surabaya layak menjadi contoh bagi kota lainnya di Indonesia, bahkan di ASEAN. "Kita ingin menunjukkan kepada sekjen dan duta besar negara-negara ASEAN bahwa Surabaya adalah leader dalam pengelolaan Sampah. Pengelolaannya bukan hanya digerakkan oleh pemerintah daerah, tapi muncul dari inisiatif masyarakat. Inilah yang ingin kita tunjukkan," kata dia.

    PDU Jambangan menerapkan teknologi black soldier fly (BSF) yang merupakan hasil kerja sama KLHK dengan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya. Teknologi ini memanfaatkan larva lalat untuk memakan sampah organik dari sisa makanan atau limbah rumah tangga. Setiap 10 ribu larva mampu mengurai limbah sebanyak 12 kilogram dalam 12 hari.

    "PDU ini adalah proyek KLHK pada 2015. Saat ini Pemko (Pemerintah Kota) Surabaya akan membangun tiga (PDU) lagi," ujarnya.

    Di Indonesia sudah ada 12 PDU yang terbangun, di antaranya di daerah aliran sungai (DAS) Citarum, Labuan Bajo, Ponorogo, Bandung, Kota Bandung, dan Cimahi.

    "Saya berharap Indonesia membagi pengetahuan dan teknologi PDU ini kepada negara ASEAN lainnya," kata Jock Hoi usai meninjau PDU Jambangan.

    Selama di Surabaya, Sekjen ASEAN juga mencoba 'Suroboyo Bus', yaitu transportasi ramah lingkungan yang mensyaratkan pembayaran ongkos bus dengan sampah plastik.



    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id