comscore

Jelang Iduladha, Epidemiolog Desak Penanganan PMK Diakselerasi

Juven Martua Sitompul - 30 Juni 2022 16:59 WIB
Jelang Iduladha, Epidemiolog Desak Penanganan PMK Diakselerasi
Ilustrasi sapi. Medcom
Jakarta: Langkah pemerintah menyediakan anggaran untuk menangani dan mengendalikan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak disambut baik. Sebab, penanganan yang lamban terhadap wabah diyakini bakal berdampak buruk.

"Kalau bicara wabah, pada hewan dan manusia, apalagi pendekatan one health di mana menyeimbangkan pelaksanaan, monitoring, pengendalian dan wabah di manusia atau hewan dan masalah kesehatan lingkungan mestinya harus cepat direspons. Dengan literasi yang masih minim dan deteksi minim, ini berisiko besar, ini cepat menular," kata ahli epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman kepada wartawan, Jakarta, Kamis, 30 Juni 2022.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menegaskan pemerintah terus berupaya mengendalikan wabah PMK. Salah satunya menyiapkan tiga juta dosis vaksin untuk hewan ternak.

Termasuk, obat PMK, pemberian vitamin, dan menyiapkan dana cadangan untuk kompensasi pemusnahan ternak. Pemerintah bahkan membentuk Satgas Penanganan PMK di Tingkat Nasional melalui Keputusan Menko Perekonomian selaku Ketua Komite PC-PEN, yaitu Keputusan Nomor 2 Tahun 2022.

Menurut dia, harus ada sinergi kuat antarpemangku kepentingan untuk merealisasikan upaya tersebut. Apalagi, umat islam akan merayakan Hari Raya Iduladha 1443 H/2022 M sehingga permintaan hewan ternak seperti sapi, kambing, dan domba akan meningkat tajam.

“Jelang iduladha harus ada sinergi yang kuat dan optimal dari dinas kesehatan hewan dan departemen agama, selain sesuai ketentuan dari agama yang memang harus sehat juga dijamin ketersediaan pasokan dari kombinasi kesehatan, bukan hanya memastikan tidak akan penyakit mulut kuku juga penyakit lain. Peternak juga harus sehat," kata Dicky.
 

Baca: Hewan Kurban Harus Bebas PMK, Wapres: Petugas Awasi Ketat


Dia mengingatkan momen wabah PMK hendaknya menjadi pembelajaran bagi pemerintah tentang kesehatan hewan dan juga lingkungan. Dicky menyoroti keberadaan pasar basah yang rawan menjadi sumber penyakit atau tempat lompatan virus.

"Momen seperti wabah PMK harus menjadi momen untuk memperbaiki penataan masalah kesehatan hewan khususnya konsumsi hewan ternak, gimana di pasar dijajakan. Kalau hanya dianggap dan berlalu, ini kita menunggu waktu saja lompatan virus. Kita jadi negara yang berkontribusi terjadinya pandemi," tegas Dicky.
 







Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id