comscore

KSP: PTM 100% Sudah Mempertimbangkan Kesiapan Warga Sekolah

Antara - 04 Januari 2022 09:37 WIB
KSP: PTM 100% Sudah Mempertimbangkan Kesiapan Warga Sekolah
ilustrasi/medcom.id
Jakarta: Kantor Staf Presiden (KSP) menyampaikan pemberlakuan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen sudah mempertimbangkan kesiapan seluruh warga sekolah. Seluruh sekolah diyakini sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penularan covid-19 dalam proses belajar dan mengajar.

"Selain itu capaian vaksinasi warga sekolah saat ini sudah hampir 100 persen," ujar Deputi II KSP Abetnego Tarigan dilansir dari Antara, Jakarta, Selasa, 4 Januari 2022.
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, PTM boleh digelar dengan kapasitas 100 persen di daerah dengan status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1 dan level 2.

Dengan keluarnya SKB empat menteri tersebut, sekolah bisa menyelenggarakan PTM kepada seluruh murid dengan tetap mengedepankan kesehatan dan keselamatan warga sekolah sebagai prioritas utama. Abetnego juga mengungkapkan pemerintah memberlakukan PTM dengan kapasitas penuh agar mencegah terjadinya loss learning atau kehilangan kesempatan belajar karena metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) telah berjalan hampir dua tahun.

Baca: Status PPKM di Jakarta Naik Menjadi Level 2

"Selama pandemi kondisi pendidikan di Indonesia bisa dikatakan tertinggal dibanding dengan negara-negara lain, ini yang harus kita kejar," ujarnya.

Pembelajaran jarak jauh yang diterapkan di masa pandemi memberikan beban psikologis dan mengubah pola belajar peserta didik. Terlebih, keterampilan orang tua dalam mendampingi dan mengajar peserta didik tidak semua sesuai dengan standar pendidik.

KSP mendorong pemberlakuan PTM 100 persen dengan pengawasan ketat. Caranya, melalui surveillance atau pengawasan terhadap warga sekolah melalui kerja sama dengan dinas pendidikan (Disdik), dan dinas kesehatan (Dinkes) setempat.

"Sehingga nanti jika ditemukan kasus baru bisa segera dimitigasi dan cepat diambil langkah pengendaliannya," ujar Abetnego.

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id