Penyebab 3.830 Orang Positif Covid-19 Berkeliaraan Diminta Ditelusuri

    Fachri Audhia Hafiez - 14 September 2021 12:16 WIB
    Penyebab 3.830 Orang Positif Covid-19 Berkeliaraan Diminta Ditelusuri
    MGN Summit Indonesia 2021: Publick Heath-Vaccine What to Expect varian baru virus covid-19. (Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)



    Jakarta: Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo meminta penyebab 3.830 orang yang terdeteksi covid-19 berkeliaran di ruang publik segera ditelusuri. Ribuan orang itu terdeteksi melalui aplikasi PeduliLindungi.

    "Ini tidak boleh kita diamkan, itu harus ditelusuri, kenapa itu bisa keluar, kenapa penyebabnya, dan harus didatangi untuk dikarantina," kata Rahmad kepada Medcom.id, Selasa, 14 September 2021.

     



    Menurut Rahmad, sistem aplikasi PeduliLindungi sejatinya sudah mumpuni. Berkenaan dengan banyaknya orang terinfeksi covid-19 berkeliaran, diperlukan penelusuran dari pihak laboratorium yang mengeluarkan hasil tes.

    "Apakah mereka itu yang sudah positif kemudian laboratorium tidak menyampaikan kepada puskesmas? Kemudian puskesmas tidak menyampaikan seperti surat sampai ke RT. Itu menjadi hal yang harus disikapi," ujar Rahmad.

    Rahmad mengatakan informasi tes dari laboratorium itu diperlukan agar masyarakat di sekitar tempat tinggal warga terinfeksi covid-19 bisa ikut memantau. Sehingga, potensi warga berkeliaran bisa dihindari.

    Rahmad menyesalkan masyarakat yang terinfeksi itu dapat beraktivitas di ruang publik. Dia mendorong publik untuk patuh terhadap protokol ketika terinfeksi covid-19.

    "Kita minta seluruh masyarakat yang terbukti positif dengan kesadarannya ikut bertanggung jawab menyelamatkan keluarga agar mereka tidak ikut menularkan," ujar Rahmad.

    Baca: Capaian Vaksinasi Jadi Penentu Penurunan Level PPKM

    Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut aplikasi PeduliLindungi mendeteksi ribuan orang terinfeksi covid-19 berkeliaran di ruang publik. Mayoritas masyarakat itu beraktivitas di mal, kantor, dan transportasi publik.

    "Ada 3.830 orang yang masuk kategori hitam, hitam itu artinya positif covid-19 tapi masih jalan-jalan," kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR secara virtual, Jakarta, Senin, 13 September 2021.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id