Soal Kehalalan Vaksin Zifivax, Ini Kata Muhammadiyah

    Al Abrar - 16 Oktober 2021 12:05 WIB
    Soal Kehalalan Vaksin Zifivax, Ini Kata Muhammadiyah
    ilustrasi. Medcom.id



    Jakarta: Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyambut baik kehadiran vaksin zifivax yang telah mendapatkan izin penggunaan darurat dari BPOM dan sertifikat halal dan bersih dari Majelis Ulama Indonesia. 

    "Kalau sudah ada izin Badan POM dan sertifikasi dari MUI, Muhammadiyah seperti sikap sebelumnya. Seandainya vaksin ini (Zifivax, red.) diputuskan penggunaannya, kita pakai," kata Ketua Majelis Majelis Pembina Kesehatan PP Muhammadiyah, Mohammad Agus Samsudin, Sabtu, 16 Oktober 2021. 

     



    Untuk sertifikat halal dan bersih dari MUI terhadap vaksin yang diproduksi perusahaan asal Tiongkok, Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical, Agus berpandangan bahwa Muhammadiyah menyebut vaksinasi merupakan bagian dari upaya kolektif yang perlu dilakukan secara bersama-sama. Sertifikat halal dan bersih dari MUI, dapat meningkatkan kepercayaan bagi mereka yang memutuskan belum mengikuti vaksinasi.

    Namun kendala di lapangan dalam upaya pemerintah menggenjot pelaksanaan vaksinasi sebagaimana sikap Muhammadiyah sebelumnya, lanjut dia, adalah bahwa mencegah lebih baik daripada sakit. "Ada beberapa sebab sebenarnya mereka tidak atau belum vaksin. Misalnya masih ada sebagian yang percaya tidak percaya dengan covid-19, ada juga yang takut disuntik, jadi penyebabnya macam-macam. Sertifikat halal ini bisa menjadi salah satu jalan bagi mereka yang masih ragu-ragu," kata Anggota Konsil Kedokteran Indonesia itu.

    Baca: 3 Alasan BPOM Vaksin Zifivax Cocok untuk Indonesia

    "Yang pasti, mencegah itu selalu lebih baik. Hukumnya itu kalau bisa dicegah ya dicegahkan daripada sakit, sebelum mudharatnya datang dan itu bisa dicegah, secara fiqih itu kan harus dilakukan," sambung Agus. 

    Agus mengatakan, jika tidak ingin sakit maka harus hidup sehat. Maka, hidup sehat itu menjadi wajib untuk menghindari bahaya yang lebih besar.

    Muhammadiyah sendiri, kata Agus, terus melaksanakan edukasi melalui sosialisasi kepada masyarakat. Salah satu materi yang disampaikan adalah vaksinasi covid-19 menurut Islam. Organisasi yang dilahirkan KH Ahmad Dahlan tersebut menyambangi berbagai elemen masyarakat, salah satunya dunia pesantren dalam rangka memberikan pemahaman mengenai pentingnya vaksinasi.  

    "Kita terus mengedukasi, kemarin kita sosialisasi di pesantren. pada 16 Oktober ada webinar juga, salah satu materinya soal vaksin menurut Islam. Pekan depan ada setidaknya empat tempat, kita jalan terus, dengan penekanan bahwa vaksinasi itu penting," ucap Agus. 

    PP Muhammadiyah sendiri sebelumnya memberikan lima rekomendasi terkait pelaksanaan vaksinasi. Pertama, Muhammadiyah mendukung Badan POM harus tetap  independen dan transparan dalam penentuan keamanan dan tes netralisasi vaksin.

    Kedua, Muhammadiyah mendukung independensi MUI menjalankan perannya dalam penentuan kehalalan vaksin, dan siap menjadi bagian dari proses tersebut. Ketiga, Penanganan pandemi tidak semata-mata diselesaikan dengan vaksin, oleh sebab itu pemerintah penting untuk menerapkan strategi komunikasi, edukasi dan kampanye yang tepat terkait fungsi vaksin. Pemerintah harus memastikan proses monitoring dan evaluasi pasca vaksinasi.

    Keempat, Muhammadiyah dengan infrastruktur kesehatan yang dimiliki ikut bersama-sama mensukseskan program vaksinasi untuk mengatasi pandemi covid-19 di Indonesia. Dan, kelima adalah mengharapkan masyarakat untuk tetap ketat dalam penegakan 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan)  dan 3T  (Testing, Tracing, Treatment).


    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id