Metro TV Berbagi Kembali Gelar Pelatihan Public Speaking untuk Santri Al Hamid

    MetroTV - 19 Oktober 2021 14:21 WIB
    Metro TV Berbagi Kembali Gelar Pelatihan <i>Public Speaking</i> untuk Santri Al Hamid
    Head of Corporate Communications Metro TV Fifi Aleyda Yahya saat mengisi materi pelatihan public speaking untuk siswa-siswi Ponpes Al Hamid, Jaktim. Foto: Dok/Metro TV



    Jakarta: Pelatihan dalam program Metro TV Berbagi dilaksanakan secara rutin sebelum pandemi covid-19. Setiap sebulan sekali tim Metro TV akan mendatangi madrasah, pondok pesantren, universitas.

    "Alhamdulillah, hari ini Metro TV berbagi kembali mengadakan pelatihan online. Pada kesempatan kali ini kami memberikan pelatihan online terkait tema bagaimana mengelola media sosial, dan juga public speaking untuk adik-adik di Pondok Pesantren Al-Hamid. Mudah-mudahan ilmu yang kami berikan pada kesempatan kali ini bisa menjadi manfaat untuk adik-adik saat ini maupun pada saat nanti mereka terjun dan berkarya di tengah masyarakat," kata Head of Corporate Communications Metro TV, Fifi Aleyda Yahya, Selasa, 19 Oktober 2021.

     



    Corporate Social Responsibility (CSR) Metro TV terdapat tiga pilar, pendidikan, kesehatan, dan penanggulangan bencana. Tema dari acara pelatihan CSR kali ini mengenai public speaking dan mengelola media sosial.

    Target dari acara CSR ini menyasar pelajar SMP dan SMA. Kali ini acara CSR dihadiri sebanyak 50 sampai 100 siswa dari Madrasah Aliyah Al Hamid Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

    Acara pelatihan kali ini bentujuan untuk membantu dan memberikan sejumlah ilmu yang diharapkan berguna kedepannya bagi para santri saat terjun dan berkarya di tengah masyarakat.

    Dalam pelaksanaan pelatihan tersebut Fifi memberikan materi tentang cara bicara di depan khalayak ramai dengan menggunakan teknik. Sehingga intonasi terdengar jelas dan juga cara menghadapi kurang percaya diri atau grogi pada siswa madrasah Aliyah Al Hamid.

    Fifi juga memberi tips hal-hal yang tidak perlu atau tidak diperbolehkan untuk dibagi di media sosial. Seperti hal-hal yang bersifat pribadi dan sensitif.

    "Yang pasti jangan berikan informasi yang mencemarkan nama baik, dan berbagai hal yang bernilai pribadi serta norma-norma yang memang dimiliki," katanya.

    Para siswa sangat antusias dalam mengikuti pelatihan  dan tertarik atas materi yang dibawakan oleh narasumber. Sehingga banyak siswa secara bergantian mengajukan pertanyaan. Salah satu pertanyaan yang diajukan peserta tentang menghadapi pemberitaan hoaks.

    "Jadi kita harus bertanya siapa narasumbernya dan harus berani bertanya atas pemberitaan yang diterima," kata Fifi. (Taris Dwi Aryani)

    (MBM)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id