Supertajam Dongkrak Kepemilikan Akta Kelahiran

    Achmad Zulfikar Fazli, M Sholahadhin Azhar - 21 Januari 2020 18:06 WIB
    Supertajam Dongkrak Kepemilikan Akta Kelahiran
    Ilustrasi: Petugas Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) memproses dokumen kependudukan yang hilang dan rusak pascabanjir di kelurahan Wanasari, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Foto: Fakhri Hermansyah/Antara Foto
    Jakarta: Penerapan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) atau Supertajam meningkatkan jumlah kepemilikan akta kelahiran. Pasalnya, pencatatan atau penerbitan akta kelahiran bisa selesai lebih cepat.

    Berdasarkan data Dukcapil Kemendagri, jumlah kepemilikan akta kelahiran anak usia 0-18 tahun terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2015, jumlah kepemilikan akta kelahiran anak sebanyak 51.484.076 atau 62,62 persen. Jumlah tersebut meningkat menjadi 57.430.901 orang atau 74,29 persen pada 2016. 

    Jumlah kepemilikan akta kelahiran anak kembali meningkat menjadi 68.846.584 orang atau 85,20 persen pada 2017. Peningkatan jumlah kepemilikan akta kelahiran anak terjaga hingga 2018 menjadi 71.828.748 orang atau 90,25 persen.

    "(Penerapan Supertajam) mempermudah penduduk yang tidak memiliki surat keterangan kelahiran, buku nikah atau akta perkawinan. Tidak perlu adanya penetapan pengadilan tetapi cukup dengan membuat SPTJM," kata Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh,  kepada Medcom.di, Jakarta, Selasa, 21 Januari 2020.

    Supertajam berlaku sejak diterbitkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2016 tentang Percepatan Peningkatan Cakupan Kepemilikan Akta Kelahiran. Permendagri diterbitkan dengan pertimbangan kepemilikan akta kelahiran sebagai wujud pengakuan negara atas identitas anak masih rendah.

    "(Supertajam) meningkatkan status hukum anak (ibu dan ayah)," kata dia.

    Di sisi lain, Zudan menjelaskan jumlah kepemilikan akta kelahiran sempat rendah akibat sistem birokrasi yang berbelit-belit. Masyarakat selama ini merasa kesulitan melengkapi persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah, seperti persyaratan surat keterangan lahir dari dokter atau bidan atau penolong kelahiran. Apalagi bagi mereka yang mengurus akta kelahirannya setelah berusia dewasa. 

    "Hal ini disebabkan surat keterangan sewaktu lahir tidak ada atau tidak disimpan baik-baik oleh orang tuanya. Apabila tidak memiliki surat keterangan lahir tentu persyaratan menjadi tidak lengkap, akhirnya tidak bisa mengurus akta lahirnya. Itulah sebabnya pemerintah menerbitkan SPTJM sebagai solusinya," terang dia.

    Efektivitas Supertajam

    Zudan menyampaikan Supertajam sudah disosialisasikan dan diimplementasikan di 514 kabupaten atau kota. Namun, dia mengakui inovasi pelayanan ini tak berjalan mulus di seluruh daerah.

    Menurut Zudan, keberhasilan penerapan Supertajam ini hanya terlihat di kota-kota yang berpenduduk besar. Dia mencontohkan DKI Jakarta dan Surabaya, Jawa Timur. 

    "Hampir merata (efektivitasnya), terutama di daerah yang penduduknya banyak," kata Zudan. 

    Sedangkan, lanjut dia, sistem pelayanan ini justru 'melempem' di beberapa daerah pelosok seperti Papua. Kondisi geografis menjadi penyebab utama sistem pelayanan tersebut tak berjalan dengan baik. 

    Zudan menjelaskan jarak antara rumah warga dan kantor Dukcapil relatif jauh dan medannya sulit ditempuh. Masyarakat juga masih banyak yang menganggap akta kelahiran belum sebagai kebutuhan.

    Namun, Dukcapil sebisa mungkin jemput bola ke masyarakat. Zudan mengimbau masyarakat melihat program Supertajam sebagai kemudahan.
     
    "Terapkan SPTJM (Supertajam) untuk pembuatan akta lahir. Pahami aturannya. Masyarakat diberi solusinya, yakni SPTJM," tegas Zudan.


    (AZF)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id