DKPP Berharap Kasus Wahyu Pelajaran Bagi KPU

    Theofilus Ifan Sucipto - 16 Januari 2020 18:56 WIB
    DKPP Berharap Kasus Wahyu Pelajaran Bagi KPU
    Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Ida Budhiati di Gedung DKPP, Jakarta Pusat, Kamis 16 Januari 2020. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
    Jakarta: Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) berharap kasus eks Komisioner Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan jadi pelajaran berharga. Penyelenggara Pemilu diminta memegang teguh integritas.

    "Bahwa kedekatan, pertemanan, persaudaraan tidak mengabaikan sumpah jabatan," kata anggota DKPP Ida Budhiati di Gedung DKPP, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Januari 2020.

    Ida menegaskan penyelenggara Pemilu harus mengindari konflik kepentingan. Hal itu, kata dia, untuk menjaga martabat individu dan institusi yang bersangkutan.

    DKPP resmi memberhentikan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Wahyu terbukti melanggar kode etik dan pedoman perilaku penyelenggara Pemilu.

    "Satu, mengabulkan pengaduan para pengadu (Badan Pengawas Pemilu) seluruhnya," kata pelaksana tugas Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Muhammad.

    Muhammad menegaskan DKPP menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada Wahyu. Pemberhentian berlaku sejak putusan dibacakan.

    Selain itu, DKPP memerintahkan Bawaslu mengawasi pelaksanaan putusan. Muhammad juga meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) melaksanakan putusan itu paling lambat tujuh hari setelah dibacakan.

    Dalam pertimbangan DKPP Wahyu sebagai anggota KPU menunjukkan keberpihakan dan sikap partisan. Hal itu melanggar Pasal 6 ayat 2 huruf b prinsip mandiri juncto Pasal 8 huruf a, b, dan d Peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2017 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu.





    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id