Bus Maut Subang Tak Sesuai Surat Kelengkapan

    Medcom - 20 Januari 2020 04:00 WIB
    Bus Maut Subang Tak Sesuai Surat Kelengkapan
    Kondisi bus setelah alami kecelakaan maut di Ciater Subang, Jawabarat. Foto: Medcom.id/Octavianus Dwi Sutrisno.
    Labuan Bajo: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan identifikasi awal terkait kecelakaan maut yang terjadi di Subang, Jawa Barat. Ia menjelaskan adanya ketidaksesuaian antara kondisi bus PO Purnamasari saat dikemudikan dengan kelengkapan yang dimiliki oleh bus tersebut. 

    “Saya prihatin dan turut berdukacita atas berpulangnya saudara-saudara kita di Jawa Barat. Ini suatu pelajaran yang mahal lagi dan kita mengidentifikasi bahwa bus yang digunakan tidak sesuai dengan surat-suratnya. Identifikasi awal,” kata Budi saat meninjau pengembangan wisata di kawasan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu, 19 Januari 2020 malam.

    Budi juga mengungkapkan untuk mendapatkan hasil identifikasi yang lebih komprehensif, pihaknya telah berkoordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Langkah ini juga dilakukan mencari tahu penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa delapan orang tersebut.

    “Tadi petugas KNKT sudah menugaskan petugas-petugasnya ke sana, mungkin besok atau lusa keluar hasil apa yang harus kita lakukan selanjutnya,” tambahnya.

    Sementara itu, saat ditanya terkait dengan pengawasan terhadap pengoperasian bus, Budi menegaskan pihaknya telah melakukan pengawasan yang ketat untuk mengantisipasi dan menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya kecelakaan bus penumpang. Selain itu, sosialisasi terhadap operator bus serta masyarakat pun dilakukan agar selektif memilih bus.

    “Berkali-kali kita sampaikan, operator harus bertanggung jawab. Penumpang harus memilih, tapi ini kejadian (kecelakaan). Jadi kita memang harus melakukan suatu pengetatan. Dengan pengetatan itu mungkin kita bisa reduksi (terjadinya kecelakaan),” ungkap Budi.

    Namun, Budi tidak menampik bahwa kecelakaan bus pariwisata memang rentan terjadi. Satu di antara faktor yang seringkali diabaikan karena kurangnya pengecekan terhadap bus.

    “Sebenarnya sudah kita sinyalir, bahwa bus-bus pariwisata ini memang rentan. Rentan artinya kualifikasi bis ini, terus dalam hal dilakukan cek in terhadap bis ini tidak maksimal,” tambahnya.

    Sebelumnya, pada Sabtu lalu, terjadi kecelakaan bus pariwisata PO Purnamsari dengan nomor polisi E 7508 W di wilayah Nagrok Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Hingga saat ini, tercatat delapan orang meninggal dunia dan 20 orang lainnya mengalami luka ringan hingga luka berat. (Cicilia Sinabariba)




    (BOW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id