nkri  

Menatap Ambon yang Manis

Fachri Audhia Hafiez - 12 Juli 2018 12:12 wib
Rudi Fofid, 54, seniman asal Ambon. Foto: Medcom.id/Fachri
Rudi Fofid, 54, seniman asal Ambon. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Jakarta: Ambon, Maluku, memiliki beragam rasa bagi Rudi Fofid, 54, seniman. Namun, belum banyak hal yang diangkat dari kota asalnya setelah konflik 1999.

Rudi menerangkan, selama hampir 20 tahun, Ambon masih saja dikenal sebagai lokasi peristiwa mengerikan. Pasalnya, konflik telah merenggut banyak nyawa.

"Banyak peristiwa yang terjadi di Ambon. Banyak yang mengangkat konflik, kematian, dan darah, tapi hal-hal yang menghidupkan itu tidak tertulis padahal banyak cerita baik yang bagus digali," kata Rudi ditemui Medcom.id di sela-sela acara Sarasehan Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 11 Juli 2018.

Konflik 1999 menorehkan luka yang dalam bagi dirinya. Ayahnya meninggal dalam konflik. Namun, dia tidak menaruh dendam sedikit pun kepada pihak mana pun. 

"Saya Kristen. Waktu itu masyarakat mengaku muslim datang mengatakan kepada bapak saya, 'Pergilah pergi karena laskar jihad datang akan menyerang kampung ini'. Kami disuruh mengungsi. Bapak saya bilang, 'Enggak ada dengan urusan jihad'," tutur Rudi.

Pria asli Ambon ini mengaku sudah lama melupakan konflik 1999. Cerita mengerikan soal pertikaian warga cukup dirinya simpan dalam-dalam.

"Kematian Bapak saya tidak menjadi penghalang, cukup saya kenang. Saya bahkan menjadi relawan, saya gabung dengan para relawan muslim saat itu," tambah dia.

Di sisi lain, sebagai seorang wartawan, Rudi kecewa lantaran belum banyak media nasional yang mengangkat Ambon sebagai wilayah yang patut dibanggakan di Tanah Air. Padahal, segala potensi keragaman dan sumber daya alam (SDA) dimiliki Ambon.

"Konflik kemarin hanya kecelakaan seperti kita naik kendaraan terus tiba-tiba jatuh sebentar, berdarah sedikit. Setelah itu kita jalan lagi normal lagi. Tidak masalah," kata Rudi.

Tak hanya itu, dari segi keamanan, Ambon dianggap jauh lebih baik ketimbang Jakarta. "Laporan kematian di polres tidak ada. Di Jakarta saja banyak kematian yang terjadi. Itu kekerasan manusia dengan manusia banyak yang mati karena kekerasan."

Melalui syair-syairnya, Rudi pun mengedepankan pesan jangan membiarkan manusia saling membunuh atau menutupi hati dengan kekerasan. Hidup harus saling berdampingan, penuh keragaman.

"Jangan bertikai, saya sanggup mati sendiri," kata Rudi.

Baca: Ambon Kota Musik, Ikan, dan Perdamaian

Rudi meminta publik melihat Ambon sekarang. Semua orang hidup berdampingan tanpa ada yang mengungkit luka lama.

"Saya juga memberi pelajaran sastra dengan siapa pun, dari (siswa) SD sampai mahasiswa. Mereka belajar menulis kreatif, tergabung dalam Bengkel Sastra Maluku. Ekspresif untuk memperkaya keragaman," kata Rudi.

Harmonisasi dalam masyarakat Ambon telah terwujud, segala agama saling bersatu padu dan bergotong royong menjaga perdamaian di Maluku. Rudi mengatakan Ambon kini menyambut keragaman itu dengan senyuman.

"Semua kini penuh senyuman, Ambon kini manis sekali," ungkap Rudi.


(OGI)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.