Media Sosial Platform Favorit Teroris Jaring Dukungan

Marcheilla Ariesta - 12 Juli 2018 14:49 wib
Ilustrasi oleh Medcom
Ilustrasi oleh Medcom

Jakarta: Penggunaan media sosial saat ini dalam pantauan, pasalnya banyak sekali yang menyebarkan berita bohong dan digunakan sebagai perekrutan teroris.
 
Hal ini dibenarkan Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN). Juru bicara BSSN Anton Setiyawan mengatakan untuk merekrut anggota, jihadis melakukan propaganda, rekrutmen dan berkomunikasi.
 
"Semuanya dilakukan menggunakan media sosial," ucap Anton, di Indonesia International Defense Science Seminar (IIDSS) 2018, Jakarta, Kamis 12 Juli 21018.
 
Menurut Anton, penggunaan media sosial sebagai platform perekrutan dan komunikasi semakin marak dalam dua tahun terakhir. "Dalam dua tahun ini, dengan penggunaan Telegram mereka mulai berbaur dengan publik," imbuhnya.
 
Twitter dan Facebook juga dipakai untuk menyebarkan propaganda. Anton menambahkan, para teroris sudah berpindah dari platform yang mereka bangun sendiri ke publik.
 
Hal ini didukung dari data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menurut hasil riset Miami University. Dalam penelitian yang dilakukan dalam kurun waktu setahun (2015-2016) menunjukkan, ada 106.000 aktivis pro ISIS yang menggunakan media sosial untuk propaganda.
 
Ada 166 grup di media sosial yang digunakan untuk membangun jaringan. Dalam satu hari, setidaknya ada 90.000 pesan pro ISIS yang bertebaran dan berseliweran di media sosial. Dalam 24 jam, rata-rata ada 270 kicauan di twitter yang menggambarkan pro ISIS.


(FJR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.