Jejak Prostitusi di Jakarta, dari Kafe Hingga Apartemen

    Juven Martua Sitompul - 04 Februari 2020 05:02 WIB
    Jejak Prostitusi di Jakarta, dari Kafe Hingga Apartemen
    Prostitusi. Foto: Medcom.id/Rakhmat Riyandi.
    Jakarta: Polisi membongkar sejumlah praktik prostitusi di Jakarta. Bisnis 'kotor' ini meresahkan warga Ibu Kota, apalagi praktik prostitusi melibatkan anak di bawah umur.

    Parahnya, praktik perdagangan anak ini tidak hanya terjadi di tempat kumuh. Bisnis kotor ini bahkan merambah hingga apartemen ternama di Jakarta.

    Banyak modus dilakukan muncikari dalam merekrut korban. Salah satunya, menawarkan pekerjaan di sebuah kafe. Alih-alih menjaga kafe, para korban justru dipaksa melayani lelaki hidung belang.
     
    Lain halnya dengan prostitusi di apartemen, para korban terjerumus bisnis syahwat ini karena diiming-imingi banyak uang. Korban 'dijual' menggunakan jejaring sosial.

    Berikut jejak prostitusi di Jakarta yang diungkap polisi:

    1. Bisnis Prostitusi Anak di Jakut

    Polda Metro Jaya membongkar bisnis prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur di Penjaringan, Jakarta Utara. Enam orang diduga anggota sindikat jasa prostitusi anak di bawah umur ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

    Enam pelaku yang ditangkap berinisial R atau A, T atau A, D alias F, TW, A, dan E. Keenamnya mempunyai peran berbeda.

    Jejak Prostitusi di Jakarta, dari Kafe Hingga Apartemen
    Polisi merilis kasus prostitusi di Jakarta Utara yang melibatkan anak-anak

    Tersangka D dan TW juga mencari calon pekerja seks komersial (PSK) di bawah umur dari media sosial untuk dipekerjakan di kafe. D dan TW kemudian menjual perempuan itu kepada R dan T dengan tarif Rp750 ribu hingga Rp1,5 juta.
     
    Sementara tersangka R dan T mematok harga Rp150 ribu untuk lelaki hidung belang yang ingin ditemani PSK di bawah umur. Sementara upah yang diterima para PSK di bawah umur hanya Rp60 ribu.

    2. Korban Prostitusi Anak Direkrut Lewat Media Sosial

    Sebanyak 10 korban prostitusi di kafe remang-remang Penjaringan, Jakarta Utara, direkrut dari berbagai daerah. Mereka dijaring lewat media sosial.

    Mereka selanjutnya dijanjikan bekerja di kafe. Tetapi setelah masuk ke dalam kafe, para korban dijual  Rp750 ribu sampai Rp1,5 juta.
     
    Harga bervariasi tergantung penampilan korban. Mereka yang dinilai lebih cantik bakal dibayar lebih mahal.

    3. Polisi Bongkar Prostitusi Anak di Apartemen Kalibata City

    Polisi mengungkap kasus prostitusi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Para pelaku mengeksploitasi anak di bawah umur melalui aplikasi Michat.

    Praktik prostitusi terbongkar dari laporan orang hilang di Polresta Depok, Rabu, 22 Januari 2020. Polisi kemudian mendalami laporan tersebut.

    Jejak Prostitusi di Jakarta, dari Kafe Hingga Apartemen
    H, tersangka bisnis prostitusi anak di Penjaringan, Jakarta Utara.

    Korban akhirnya ditemukan di Apartemen Kalibata City di lantai 10 Tower Jasmine. Salah seorang korban, JO, mengalami luka-luka akibat dianiya MTG alias F, NA dan AS. Bahkan, korban ditemukan dalam keadaan diikat oleh pelaku.

    4. Patroli Digencarkan

    Petugas kepolisian menggelar patroli di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Patroli akibat terungkapnya kasus prostitusi online itu melibatkan Satpol PP.

    Patroli merupakan langkah preventif kepolisian. Polisi juga melakukan upaya pencegahan preemtif.

    Polisi mengimbau pengelola apartemen memasang spanduk larangan menggunakan kamar sebagai lokasi prostitusi. Koordinasi itu untuk kepentingan mendata penyewa apartemen harian dan mingguan.

    5. Polisi Gerebek Rumah Penampungan PSK

    Polisi menggerebek rumah yang diduga menjadi tempat penampungan pekerja seks komersial (PSK) di Gang Royal, Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut). Sebanyak 34 perempuan ditemukan di rumah itu.

    Dari 34 wanita itu, ada satu korban di bawah umur, SS, 17. Mereka diduga menjadi korban bisnis haram tujuh tersangka yang sebagian masih buron.

    Praktik prostitusi ini dibongkar berdasarkan laporan masyarakat tentang keberadaan kafe di Gang Royal yang dijadikan tempat prostitusi. Polisi menemukan sejumlah kafe dan tempat hiburan di Gang Royal yang tidak berizin.

    Polisi dibantu Satpol PP menyegel tempat hiburan yang tak berizin itu. Saat ini, polisi masih mendalami kemungkinan adanya kafe lain yang dijadikan sarang prostitusi.

    6. PSK Gang Royal Hanya Dibayar Rp90 Ribu

    Pekerja seks komersial (PSK) yang ditampung di Gang Royal, Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara, dipasangi tarif Rp150 ribu setiap melayani pria hidung belang. Namun, uang itu tidak mereka terima penuh.

    Sistem pembayarannya tidak secara kontan, tetapi dengan voucer. Para PSK menerima bayaran dari kasir kafe. Dalam sehari, satu orang PSK bisa melayani lima sampai tujuh kali.





    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id