Bantuan Alat Pelindung Diri ke Tenaga Medis Mengalir

    Medcom - 22 Maret 2020 10:52 WIB
    Bantuan Alat Pelindung Diri ke Tenaga Medis Mengalir
    Minimnya APD membuat petugas mengenakan jas hujan yang tidak layak untuk tetap menangani pasien di RSUD Soesilo, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu, 18 Maret 2020. Foto: Antara/Oky Lukmansyah
    Jakarta: Bantuan terhadap tenaga medis yang menangani kasus wabah korona (covid-19) terus mengalir. Kali ini bantuan disalurkan oleh Human Initiative ke tenaga medis di dua rumah sakit rujukan penanganan covid-19, yakni RSPI Sulianti Saroso dan RSUP Persahabatan Jakarta.

    "APD (alat pelindung diri) bagi tenaga medis semakin menipis. Semoga bantuan APD ini menjadi penyemangat para tenaga kesehatan yang tengah berjuang saat ini," kata Presiden Human Initiative, Tomy Hendrajati, melalui keterangan tertulis, Minggu, 22 Maret 2020.

    Bantuan yang diberikan Human Initiative terdiri atas 40 paket APD, 40 paket hand sanitizer, 40 paket multivitamin, 200 paket multivitamin, dan 2.500 ribu masker. Masing-masing paket diberikan secara merata ke dua rumah sakit rujukan tadi.

    Bantuan diterima langsung pimpinan dua rumah sakit itu, yakni Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril dan Direktur Utama RSUP Persahabatan dr Rita Rogayah.

    "Kami ucapkan terima kasih. Apapun yang diberikan akan kami manfaatkan sebagai bagian dari perjuangan kita membantu pasien yang terdampak virus korona," kata Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril.

    "Pagi ini saya dihubungi oleh pengadaan bahwa stok APD kami semakin menipis. Alhamdulillah, bantuan datang," kata Rita Rogayah.

    Baca: Jack Ma Donasi Alat Tes Virus Korona untuk Indonesia

    Sebelumnya, Yayasan Jack Ma dan Yayasan Alibaba juga mengumumkan sumbangan pasokan medis ke Malaysia, Indonesia, Thailand dan Filipina.

    "Kami dan Yayasan Alibaba akan mengirim dua juta masker, 150.000 alat uji covid-19, 20.000 pakaian pelindung, dan 20.000 pelindung wajah ke Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand,” sebut Ma keterangan tertulisnya, Jumat, 20 Maret 2020 .
     
    "Semakin banyak bantuan ke negara-negara Asia lainnya di jalan! Go Asia!" kata Yayasan Jack Ma.

    Baca: Petugas Kekurangan Alat Pelindung Kesehatan

    Pekan lalu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebut petugas kesehatan yang menangani covid-19 kekurangan alat pelindung diri (APD). IDI meminta pemerintah memberikan fasilitas ini.
     
    "Kami meminta pemerintah dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Doni Monardo (selaku kepala Gugus Tugas Penanganan Covid-19) menyediakan (alat pelindung diri)," kata Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Daeng M Faqih di Kantor Pengurus Besar (PB) IDI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 16 Maret 2020.
     
    Menurut dia, APD penting karena petugas kesehatan bersinggungan langsung dengan pasien yang diduga ataupun positif korona. Penyediaan APD dapat memaksimalkan penanganan korona tanpa menambah penderita virus.

    "Strateginya bukan karena petugas kesehatan tersebut tidak mau tertular, tidak hanya itu. Semua orang juga tidak mau tertular. Tapi, karena petugas kesehatan ini sangat strategis untuk membantu penanganan," ujar Daeng.



    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id