Jokowi Tegaskan Mitigasi Korona Harus Memperhatikan Tiga Dampak

    Nur Azizah - 24 Maret 2020 10:15 WIB
    Jokowi Tegaskan Mitigasi Korona Harus Memperhatikan Tiga Dampak
    Presiden Jokowi/AFP
    Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin mitigasi wabah korona mempertimbangkan tiga hal. Tiga hal tersebut ialah kesehatan, bantuan sosial, dan dampak ekonomi.

    "Tolong ini benar-benar dihitung dampak sosial, ekonomi, dan kesehatan yang ada kalau ingin melakukan itu (mitigasi)," kata Jokowi dalam pengarahan kepada para gubernur dalam menghadapi pandemik covid-19 melalui video conference, Selasa, 24 Maret 2020.

    Baca: Presiden Perintahkan Pangkas Anggaran Tak Prioritas

    Misalnya, kata dia, sebuah provinsi atau kabupaten dan kota ingin menutup sekolah, kantor, dan tempat transaksi ekonomi. Otoritas setempat diminta menakar berapa orang tak bekerja akibat kebijakan itu.

    APBD, kata dia, sebisa mungkin menanggung dampak ekonomi yang diderita warga tak bekerja. Disusul bantuan sosial untuk mempertahankan daya beli masyarakat.

    "Jangan hanya menutup tapi tidak dibarengi social sefety net untuk mendukung kebijakan yang dibuat," tegas Jokowi.

    Di sisi lain, dia merespons pertanyaan banyak pihak terkait lockdown yang tak diberlakukan di Indonesia. Menurut Jokowi, Indonesia memilih physical distancing sebagai benteng menghadapi korona.

    Kebijakan itu dianggap paling pas. Merujuk pada karekteristik budaya Indonesia dan analisis Kementerian Luar Negeri terhadap kebijakan negara lain.

    "Kalau itu bisa kita lakukan saya yakin kita bisa mencegah penyebaran covid-19 ini," tegas Jokowi.

    Menurutnya, cara ini membutuhkan kedisiplinan kuat. Masyarakat diminta menaati hal tersebut untuk mengakhiri wabah korona.

    "Jangan sampai yang sudah diisolasi, saya baca sebuah berita, sudah diisolasi membantu tetangganya yang mau hajatan, ada yang sudah diisiolasi masih belanja di pasar, kedisplinan untuk mengisolasi yang penting," kata Jokowi.

    Kasus positif covid-19 di seluruh Indonesia per Senin, 23 Maret 2020, mencapai 579 pasien. Korona menyebabkan 49 kematian di Tanah Air. Sementara itu, 30 orang dinyatakan sembuh. 

    Pasien positif korona terbanyak berada di Jakarta. Data di situs corona.jakarta.go.id menyebutkan ada 356 pasien positif di Ibu Kota. Sebanyak 218 pasien masih dirawat, sedangkan 85 lainnya isolasi mandiri. Pasien sembuh mencapai 22 orang dan meninggal 31 orang.



    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id